Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Chappy Hakim
KSAU 2002-2005

Penulis buku "Tanah Air Udaraku Indonesia"

Ponsel dan Orkestra

Kompas.com - 12/08/2017, 13:12 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini
EditorAmir Sodikin

Sebagai musisi musik klasik, Lei Jia pernah mengikuti pergelaran orkestra di Jerman, Austria, Portugal, Perancis, Rusia, Jepang, Arab Saudi, Junani, Korea, Thailand, Hongkong, dan Makau.

Pemain cello adalah Jian Wang yang sudah mulai memainkan cello sejak berusia 4 tahun. Selain menempuh pendidikan musiknya di Shanghai Conservatoire, ia juga merupakan murid dari pemain cello kenamaan Aldo Parisot di Yale school of music, Amerika Serikat, tahun 1985.

Jian Wang juga sangat berpengalaman dan pernah bergabung dengan berbagai orkestra kelas dunia seperti antara lain New York Philharmonic, Cleveland and Philadelphia Orchestras, Chicago and Boston Symphonies, dan banyak lainnya.

Bertindak sebagai konduktor GSYO pada malam itu adalah Huan Jing seorang wanita muda lulusan Conducting Department of the central Conservatory of music. Dia dibesarkan di bawah asuhan Professor Xu Xin.

Huan Jing menyelesaikan program Master di Orchestral Conducting pada University of Cincinnati College-Conservatory of music (CCM). Nilai yang diperolehnya dalam mencapai Master Degree telah menempatkan dirinya sebagai salah satu dari penerima beasiswa untuk melanjutkan ke program doktoral.

Beberapa lagu yang dimainkan antara lain adalah Secret of Wind and Birds, Serenade to music from The Merchant of Venice, dan Pines of Rome.

Yang menjadi suguhan unik dan istimewa adalah pada nomor lagu Secret of Wind and Birds. Istimewa, karena di sinilah bagaimana improvisasi, inovasi dan kreativitas anak-anak muda belasan tahun disajikan dalam sebuah aransemen musik yang menggunakan telepon seluler (ponsel).

Tiba-tiba saja di tengah pergelaran lagu instrumental beberapa pemain mengacaungkan ponselnya yang mengeluarkan cicit suara aneka burung dan desahan angin secara berganti-gantian.

Unik dan istimewa, karena seumur hidup saya baru pertama kali inilah saya sempat menyaksikan bagaimana sebuah orkestra yang biasa menyajikan lagu-lagu klasik, menampilkan sebuah nomor yang menyertakan ponsel sebagai salah satu instrumen musik di tengah-tengah peralatan musik standard musik klasik Barat.

Pujangga musik kesohor seperti Mozart, Johann Strauss, Chopin, Sebastian Bach dan lainnya, dipastikan tidak pernah membayangkan sedikitpun bahwa pada satu ketika sebuah orkestra yang biasa menyajikan lagu klasik akan tampil dengan kelengkapan instrumen musik tambahan yang berwujud sebuah ponsel.

Kiranya tidak banyak orang yang akan menyangka bahwa gawai (gadget) yang berbentuk ponsel itu dapat menjadi salah satu perangkat instrumen yang dapat digunakan dalam sebuah pergelaran musik klasik Barat.

Itulah sebuah kemajuan teknologi yang dapat mengembangkan sebuah karya kreativitas anak muda ke sebuah sajian berupa: "Ponsel dan Orkestra".

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+