Ada yang Baru dalam Festival Film Indonesia 2017

Kompas.com - 22/08/2017, 10:40 WIB
Riri Riza saat menjelaskan tentang penjurian FFI 2017 di restoran Sofia at Gunawarman, Jakarta Selatan, Senin (21/8/2017) malam. KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENGRiri Riza saat menjelaskan tentang penjurian FFI 2017 di restoran Sofia at Gunawarman, Jakarta Selatan, Senin (21/8/2017) malam.
|
EditorKistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com - Festival Film Indonesia (FFI) 2017 akan digelar di Manado pada 11 November mendatang. Sebelum itu, 75 juri akan menyeleksi sekitar 110 judul film yang tayang dari akhir 2016 hingga akhir 2017.

Ketua Bidang Penjurian FFI tahun ini, sutradara Riri Riza, mengungkapkan bahwa timnya sudah merancang sistem baru untuk menjaring film-film terbaik dalam FFI 2017.

"Yang baru sistem penjurian tahun ini. Tetap voting, tetapi fokus penjurian adalah memberdayakan asosiasi profesi untuk turut aktif mengajukan atau merekomendasikan nominee," ujar Riri di Sofia at The Gunawarman, Jakarta Selatan, Senin (21/8/2017) malam.

Asosiasi pekerja film yang dilibatkan adalah Asosiasi Produser Film Indonesia (APROFI), Persatuan Perusahaan Film Indonesia (PPFI), Asosiasi Perusahaan Film Indonesia (APFI), Asosiasi Casting Indonesia (ACI), Indonesian Film Directors Club (IFDc).

Kemudian, ada Indonesian Motion Picture Audio Association (IMPACT, Rumah Aktor Indonesia (RAI), Indonesian Film Editors (INAFEd), Sinematografer Indonesia (SI), Indonesian Production Designers (IPD), dan Penulis Indonesia untuk Layar Lebar (PILAR).

Sebelas asosiasi profesi ini juga nantinya bisa merekomendasikan nama-nama juri.

"Kedua, tahun ini kami memberikan semacam buku guidance kepada juri dan asosiasi tentang kriteria film seperti apa yang layak menjadi nominee. Ada tiga kriteria yang digunakan sebagai dasar penilaian, yakni gagasan dan tema, kualitas teknik dan estetika serta profesionalisme," kata Riri.

"Dua hal tersebut mudah-mudahan akan menjadi sebuah proses penjurian yang objektif partisipatif dan menghasilkan pemenang yang bisa diterima oleh semua pihak," tambahnya.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X