Slank Pengaruhi Cara Berpikir Glenn Fredly

Kompas.com - 20/09/2017, 16:25 WIB
Penyanyi Glenn Fredly saat wawancara di kantor redaksi Kompas.com, Jakarta, Selasa (19/9/2017). Ia tengah mempersiapkan konser bertajuk Tanda Mata Glenn Fredly untuk Slank 30 September 2017 mendatang. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOPenyanyi Glenn Fredly saat wawancara di kantor redaksi Kompas.com, Jakarta, Selasa (19/9/2017). Ia tengah mempersiapkan konser bertajuk Tanda Mata Glenn Fredly untuk Slank 30 September 2017 mendatang. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
|
EditorBestari Kumala Dewi

JAKARTA, KOMPAS.com- Penyanyi Glenn Fredly mengaku, grup band Slank tidak hanya memengaruhinya dalam bermusik, tapi juga dalam cara berpikir. Hal itu ia akui saat berkunjung ke redaksi Kompas.com, di Gedung Kompas Gramedia, Palmerah, Jakarta Pusat, Selasa (19/9/2017).

"Gue akui bahwa Slank salah satu inspirasi dalam gue berkarya, yang enggak hanya secara musikal tapi mindset cara berpikir," kata Glenn.

Grup band yang digawangi Kaka (vokal), Bimbim (drum), Abdee (gitar) dan Ridho (bass) itu berhasil membuat sang pelantun "Kisah Romantis" berani bersikap dan belajar tentang kemerdekaan.

"Salah satunya adalah berani bersikap, berani untuk menyatakan pendapat, menyatakan bahwa yang namanya kemerdekaan, kebebasan itu akhirnya berhubungan dengan kemerdekaan yang orang lain miliki," ucap pria berdarah Ambon itu.

Penyanyi Glenn Fredly berpose usai wawancara di kantor redaksi Kompas.com, Jakarta, Selasa (19/9/2017). Ia tengah mempersiapkan konser bertajuk Tanda Mata Glenn Fredly untuk Slank 30 September 2017 mendatang.KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO Penyanyi Glenn Fredly berpose usai wawancara di kantor redaksi Kompas.com, Jakarta, Selasa (19/9/2017). Ia tengah mempersiapkan konser bertajuk Tanda Mata Glenn Fredly untuk Slank 30 September 2017 mendatang.
"Jadi kebebasan itu dibatasi oleh kemerdekaan orang lain dan mindset itu bebas menyatakan sikap, ya kalau saya nyebutin generasi biru," sambungnya.

[Baca juga: Musik Blues Satukan Glenn Fredly dan Slank]

Menurutnya, Slank membangun sebuah semangat generasi baru yang kritis melihat keadaan sekitar, khususnya terkait hal kebebasan di bangsa ini.

"Slank sendiri punya konten yang sangat luas, bisa dibilang salah satu pembentuk mindset peradaban generasi. Jadi kayak penanda sebuah generasi baru lahir, dan gue merasa ada di bagian itu, part of that generation," ujar Glenn.

Penyanyi Glenn Fredly saat wawancara di kantor redaksi Kompas.com, Jakarta, Selasa (19/9/2017). Ia tengah mempersiapkan konser bertajuk Tanda Mata Glenn Fredly untuk Slank 30 September 2017 mendatang.KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO Penyanyi Glenn Fredly saat wawancara di kantor redaksi Kompas.com, Jakarta, Selasa (19/9/2017). Ia tengah mempersiapkan konser bertajuk Tanda Mata Glenn Fredly untuk Slank 30 September 2017 mendatang.
"Saya pikir ini penting untuk dibangun narasi, karena ada satu fase dimana memang sebuah generasi yang enggak bisa berpendapat secara bebas, ya itu sebagai suatu tanda ada sebuah generasi baru dengan pemikiran baru, melihat demokrasi bangsa ini dirawat," lanjutnya.

Hal itulah yang menjadi salah satu alasannya menggelar sebuah konser bertajuk #TNDMT Glenn Fredly untuk Slank di Gandaria Citu Hall, Jakarta Selatan, pada hari ulang tahunnya yang jatuh pada 30 Oktober 2017 mendatang.

Dalam konser tersebut, Glenn akan menerjemahkan lagu-lagu Slank ke dalam versi nya. Ia pun turut menggandeng musisi papan atas seperti, Tompi, Kelompok Penerbang Rocket dan penyanyi lawas yang masih dirahasiakan.

[Baca juga: Selama Lima Bulan, Glenn Fredly Bedah Lagu-lagu Slank]

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X