Film "5 Cowok Jagoan" Usung Semangat Dua Generasi

Kompas.com - 05/10/2017, 16:49 WIB
5 Cowok Jagoan MVP Pictures5 Cowok Jagoan
|
EditorIrfan Maullana

JAKARTA, KOMPAS.com - Usai menggarap film 3 (Alif-Lam-Mim) pada Oktober 2015 lalu, MVP Pictures dan sutradara Anggy Umbara kembali bekerja sama dalam satu produksi. Film yang berjudul 5 Cowok Jagoan akan meramaikan industri perfilman akhir tahun ini.
 
Kolaborasi kali ini berasal dari semangat dua generasi. Pada 1980 silam, ayah Anggy Umbara yakni Danu Umbara yang juga sutradara kenamaan sudah bekerja sama dengan Raam Punjabi sebanyak delapan film.
 
"Saya kerja sama sudah delapan film. Pertama film Senggol-Senggolan yang menampilkan Elvy Sukaesih, 5 Cewek Jagoan, 5 Cewek Jagoan Beraksi Kembali, sampai Perhitungan Terakhir. Saat itu pembuatannya dari PT Parkit Film dan di masa itu film-film Mas Danu sangat booming sekali serta menguntungkan perusahaan," ujar produser film 5 Cowok Jagoan, Raam Punjabi dalam siaran pers Kamis (5/10/2017).
 
Danu Umbara memulai karier dimulai dengan Fadjar Ditengah Kabut (1966), 2 x 24 Djam (1967), Djalang (1970), Pengejaran ke Neraka (1971), Kerinduan (1979), sampai Lima Cewek Jagoan (1980) yang dibintangi Lydia Kandou, Yati Octavia, Eva Arnaz, Debby Chynthia Dewi, dan Dana Chritina. Produksi berikutnya Danu Umbara kerap bekerja dengan PT Parkit Film hingga ajal menjemput.
 
Sepeninggal Danu, Anggy Umbara meneruskan cita-citanya. Debut Mama Cake (2012) hingga Comic 8 (2014) yang merebut perhatian publik. Takdir pun mempertemukan Anggy dengan Raam Punjabi.

"Hari pertama pemutaran Comic 8, saya menonton film ini bagus sekali. Saya lihat nama sutradaranya, ada hubungan apa dengan Mas Danu yang dahulu saya kenal. Saya cari tahu dan waduh saya jadi teringat pesan Beliau. Anak-anak saya bisa teruskan karya saya. Saat itu, saya enggak ngerti apa maksud Mas Danu. Berarti Beliau punya firasat bahwa anak-anaknya bisa meneruskan profesi ini," tutur Raam Punjabi.
 
Meski Raam Punjabi baru bertemu dengan Anggy setelah Comic 8, jauh sebelum itu menurut penuturan Anggy keakraban dua keluarga dan dua generasi itu sudah terlihat. Nama Anggy merupakan pemberiaan Raam Punjabi.

[Baca: Pemanasan, Anggy Umbara Garap "5 Cowok Jagoan"]
 
"Kata mama saya, nama depan saya Kresna. Katanya nama Kresna itu Pak Raam yang kasih ke Papa. Karena tanggal 21 Oktober itu tanggal lahirnya Kresna di tahun itu.”
 
Lewat film 5 Cowok Jagoan yang merupakan prekuel dari 5 Cewek Jagoan, Anggy ingin meneruskan warisan sang ayah.

"Saya ingin menghidupkan film superhero yang pernah dibuat Papa saya."
 
Film 5 Cowok Jagoan terinspirasi dari film lawas Lima Cewek Jagoan (1980) yang menampilkan superhero wanita. Namun, Anggy memasang para pemain pria mulai dari Ario Bayu, Dwi Sasono, Arifin Putra, Muhadkly Acho, Cornelio Sunny hingga aktris Tika Bravani dan Nirina Zubir.

[Baca: Nirina Zubir Bentuk Otot Perut untuk "5 Cowok Jagoan"]
 
"Film ini buat saya merupakan sebuah kenangan dari sosok Mas Danu. Saya merasa sangat beruntung bisa bekerja dengan generasi kedua Umbara dan film ini dikerjakan oleh orang yang tepat. Dengan sentuhan Anggy, saya yakin film 5 Cowok Jagoan akan memberikan nuansa baru, teknik dan teknologi masa kini," harap Raam Punjabi.
 
Anggy Umbara pun berharap film 5 Cowok Jagoan tak hanya produksi dua generasi saja tapi juga mampu mengapresiasi film-film terdahulu.

"Film-film lawas harus tetap dilestarikan karena karya mereka kita bisa menjadi begini. Untuk memajukan industri film ke depannya, kita harus belajar kepada yang terdahulu," tutup Anggy Umbara.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X