Kyoto International Film and Art Festival 2017 Dibuka di Kuil

Kompas.com - 13/10/2017, 17:41 WIB
Suasana pembukaan Kyoto International Film and Art Festival 2017, Kamis (12/10/2017). KOMPAS.com/INDRA AKUNTONOSuasana pembukaan Kyoto International Film and Art Festival 2017, Kamis (12/10/2017).
|
EditorAti Kamil

KYOTO, KOMPAS.com -- Dinginnya Kyoto dan heningnya suasana di Kuil Nishi Hongwanji membuat pembukaan Kyoto International Film and Art Festival (KIFF) 2017 terasa sakral pada Kamis (12/10/2017) malam.

Festival film itu diselenggarakan hingga 15 Oktober 2017 oleh Yoshimoto Kogyo, perusahaan hiburan terbesar di Jepang.

Acara pembukaan KIFF tahun ini menjadi menarik karena diadakan di salah satu kuil tertua di Kyoto, bahkan di Jepang, itu.

Baca juga: Yayan Ruhian Kembali Main Film Jepang

Hongwanji merupakan kuil berusia lebih dari satu abad dan kuil kepala untuk kira-kira 10.000 kuil di seluruh Jepang serta kira-kira 200 kuil di seluruh dunia. Pada 1994, seluruh wilayah Hongwanji dijadikan Situs Warisan Budaya Dunia UNESCO.

"Festival film Kyoto merupakan kebanggaan. Begitulah cahaya film harus dilindungi. Benar-benar Kyoto telah basah oleh keringat dan air mata banyak orang yang terlibat dengan film di Kyoto,” kata Honorary Chairman KIFF Executive Committee, Sadao Nakajima, ketika memberi sambutan.

Nakajima menerangkan bahwa KIFF diselenggarakan setiap tahun agar banyak orang bisa mengetahui dan merasakan keajaiban film.

Dalam KIFF keempat ini akan ditayangkan sejumlah film Jepang dan negara-negara lain, antara lain Spark, Kokoro, Neruja, Okja, From Taiwan with Love, dan Hibana.

Hibana merupakan salah satu film populer tentang para komedian yang berjuang mewujudkan mimpi menjadi komedian ternama. Hibana dalam bahasa Indonesia berarti Percikan Api.

Baca juga: Pernah ke Kuil Yasukuni di Jepang, Justin Bieber Ditolak China

Film-film dalam KIFF 2017 ditayangkan di beberapa tempat, antara lain di Yoshimoto Gion Kagetsu, Toho Cinemas, T-Joy Kyoto, dan Aeon Cinema Kyoto.

"Kami berharap festival film ini bisa menghubungkan semangat semua orang di masa lalu dan masa depan," ucap Chairman of the KIFF Executive Committee, Ichiya Nakamura.

KIFF 2017 dihadiri oleh sejumlah artis Jepang dan Chief of Public Relations PBB, Jeffrey A Brez, serta diliput para wartawan dari berbagai negara di Asia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X