Rambut Palsu Dwi Sasono Jadi Elemen Penting "5 Cowok Jagoan"

Kompas.com - 03/11/2017, 21:12 WIB
Dwi Sasono ketika menghadiri sesi talkshow film 5 Cowok Jagoan di perhelatan Indonesia Comic Con di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Sabtu (28/10/2017). KOMPAS.com/Tri Susanto SetiawanDwi Sasono ketika menghadiri sesi talkshow film 5 Cowok Jagoan di perhelatan Indonesia Comic Con di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Sabtu (28/10/2017).
|
EditorIrfan Maullana

JAKARTA, KOMPAS.com - Tata rias menjadi elemen terpenting bagi sebuah produksi film. Kelihaian aktris maupun aktor tak lengkap tanpa adanya penata rias andal di baliknya. Industri perfilman Tanah Air pun makin lengkap dengan kehadiran make up artist yang diakui di tingkat nasional.

Dalam siaran pers Jumat (3/11/2017), disebutkan bahwa make up artist Cherry Wirawan ikut andil dalam film 5 Cowok Jagoan garapan MVP Pictures. Bukan sembarang riasan yang digunakan, namun Cherry menciptakan make up efek spesial bagi karakter-karakter di dalam film karya sutradara Anggy Umbara.

Di antara karakter 5 Cowok Jagoan, ada aktor Dwi Sasono yang menjadi seorang satpam bernama Dedy. Karakter tersebut digambarkan bertubuh tambun, berambut sepundak tapi terdapat botak di bagian tengah.

Bagi sebagian orang, pastinya akan bertanya-tanya apakah Dwi Sasono sengaja memangkas rambutnya di bagian tengah?

Menurut penuturan Cherry, Dwi Sasono menggunakan wig yang khusus dibuat make up artist kelahiran Tegal, Jawa Tengah tersebut.

"Dwi Sasono memakai lace wig. Wig yang saya buat khusus untuk film 5 Cowok Jagoan. Tapi itu bukan sembarang wig yang dipakai, rambut yang ada di wig-nya asli dan disulam satu per satu ke wig. Saya khusus bikin selama satu minggu," ujar Cherry.

Baca juga : Dwi Sasono Makan Banyak gara-gara 5 Cowok Jagoan

Selain itu, Cherry pun membuat kejutan di salah satu adegan 5 Cowok Jagoan. Nantinya, akan ada puluhan zombie yang terlihat di dalam film.

Bos dari para zombie yang bernama Taru itu harus menggunakan prostetik make up.

"Prostetik make up itu mengubah tampilan seseorang menjadi lebih berbeda. Berubah tampilan pemain dalam wujud yang diinginkan dalam cerita dan sutradara. Di 5 Cowok Jagoan, karakter Taru digambarkan zombie yang beringas," kata Cherry.

Khusus untuk prostetik make up Bos Taru, Cherry terlebih dahulu membuat cetakan di wajah yang sesuai dengan pemain. Ada luka di wajah, kulit lama yang sudah membusuk, hingga tampilan zombie yang menyeramkan. Untuk tahapan yang disebut 'modelling', Cherry membutuhkan waktu pengerjaan selama satu minggu.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X