Tsania Marwa: Kalau Tak Penuhi Syarat, Saya Tak Akan Bertemu Anak Lagi

Kompas.com - 10/12/2017, 21:55 WIB
Tsania Marwa datang ke Kantor Komisi Nasional Perlindungan Anak di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur, Minggu (10/12/2017). KOMPAS.com/IRA GITATsania Marwa datang ke Kantor Komisi Nasional Perlindungan Anak di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur, Minggu (10/12/2017).
|
EditorAti Kamil

JAKARTA, KOMPAS.com -- Pemain sinetron Tsania Marwa (26) mengatakan bahwa ada tiga syarat yang diberlakukan oleh artis peran Atalarik Syah (44) terhadap Marwa jika ingin bertemu dengan kedua anak mereka, ketika mediasi, di kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Jakarta Pusat, pada Jumat 28 Agustus 2017.

Hal itu diungkapkan oleh Marwa ketika datang ke kantor Komisi Nasional Perlindungan Anak  (Komnas PA) di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur, Minggu (10/12/2017).

"Saya harus membuat konferensi pers ke teman-teman media untuk membersihkan nama beliau (Atalarik Syah)," ungkap Marwa.

Baca juga: Tsania Marwa Mengadu ke Komnas Perlindungan Anak

Marwa mengaku diminta untuk menarik semua perkataan yang pernah ia lontarkan untuk Atalarik.

"Saya harus mencabut kata-kata, saya harus bilang kalau cerita-cerita saya tidak benar, kalau saya mau lakukan itu saya baru boleh ketemu anak," sambungnya.

Selain itu, ungkap Marwa pula, Atalarik Syah juga meminta paspor Marwa agar tidak bisa membawa anak-anak mereka ke luar negeri.

"Syarat kedua, saya harus menyerahkan paspor, karena takut anak saya bawa kabur. Gimana saya mau bawa kabur anak? Fisiknya aja enggak di saya, saya enggak setuju," ujar Marwa.

Baca juga: Bertemu Anaknya, Tsania Marwa Persiapkan Mental

Namun, lanjut Marwa Tsania, akhirnya lahir kesepakatan antara Marwa dengan Atalarik.

"Akhirnya sampai pada kesepakatan saya dengan anak boleh ketemu dengan syarat yang ditandatangani juga oleh saya, bapaknya anak-anak, dan juga pihak KPAI. Pada hari ketika saya ketemu anak, itu harus dibawa pulang lagi oleh bapaknya," tutur Marwa.

"Kalau saya tidak memenuhi syarat itu, saya tidak akan pernah ketemu lagi sama anak. Karena saat itu saya enggak bisa mikir apa-apa dan saya cuma mau ketemu anak-anak, akhirnya saya menyetujui dan menandatangani surat KPAI tersebut," tuturnya lagi.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X