Arie Kriting Sajikan Formula Komedi yang Baru

Kompas.com - 27/12/2017, 17:51 WIB
Arie Kriting ditemui di sela nonton bareng film Susah Sinyal di bioskop 21 Grand Mall Bekasi, Jawa Barat, Rabu (27/12/2017). KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENGArie Kriting ditemui di sela nonton bareng film Susah Sinyal di bioskop 21 Grand Mall Bekasi, Jawa Barat, Rabu (27/12/2017).
|
EditorBestari Kumala Dewi

BEKASI, KOMPAS.com -- Bertindak sebagai konsultan komedi, komika dan artis peran Arie Kriting menyuguhkan pola komedi yang tak biasa lewat film Susah Sinyal.

"Untuk film Susah Sinyal, di sini kami mencoba tawarkan pattern komedi yang baru," kata Arie yang juga ikut bermain dalam layar lebar arahan Ernest Prakasa itu saat ditemui di Grand Mall Bekasi, Jawa Barat, Rabu (27/12/2017).

Ia sebut baru, karena pola lawakan itu jarang atau belum ada dalam film-film komedi sebelumnya.

Menurut Arie, sebuah candaan terkadang tak berhasil membuat orang tertawa bukan karena tak lucu, tetapi klise alias sudah sering dilihat.

"Komedi di Susah Sinyal kalau dirasakan, itu tidak lepas, komedi di awal sampai akhir selalu ada kesinambungannya. Jadi komedinya tuh kayak naik lagi. Polanya mungkin mirip, tapi semakin ke belakang semakin terasa. Ini sih yang coba saya sama Ernest terapkan," ucap Arie.

Pria kelahiran 13 April 1985 ini memberi contoh, adegan-adegan untuk karakter-karakter yang diperankan oleh komika Dodit dan Aci. Lalu, ada adegan kerumunan wartawan mewawancarai narsum.

"Ada ekskalasi. Komedinya tuh di awal cuma perkenalan, tidak abis komedi langsung dilepas. Biasanya kan ada komedi yang dia mau duduk, kursinya ditarik, jatuh. Udah gitu aja. Kalau kami enggak, pattern-nya itu dibangun," ujar Arie.

Banyolan-banyolan yang ia dan Ernest bangun dalam Susah Sinyal punya benang merah. Dari awal film hingga akhir, penonton akan mendapatkan pola komedi yang sebenarnya sama, namun terus dikembangkan.

"Dibangunnya pelan-pelan. Jadi komedinya kesimpen dalam hati penonton. Mereka belajar 'oh komedinya begitu'. Di tengah dinaikin, nah sampai ke akhir ekslasinya. Sehingga karakternya itu memorabel," ucap Arie.

[Baca juga : Ernest Prakasa Jawab Keraguan Arie Kriting dengan Sebuah Piala Citra]

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terpopuler

komentar di artikel lainnya
Close Ads X