Arie Kriting: Komedi Itu Tak Melulu Bertingkah Kocak

Kompas.com - 03/01/2018, 15:08 WIB
Arie Kriting ditemui di sela nonton bareng film Susah Sinyal di bioskop 21 Grand Mall Bekasi, Jawa Barat, Rabu (27/12/2017). KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENGArie Kriting ditemui di sela nonton bareng film Susah Sinyal di bioskop 21 Grand Mall Bekasi, Jawa Barat, Rabu (27/12/2017).
|
EditorIrfan Maullana

JAKARTA, KOMPAS.com - Komika Arie Kriting berpendapat bahwa komedi tidak selalu berarti tingkah kocak atau melakukan gerakan-gerakan aneh. Namun, lanjut Arie, yang utama dalam komedi adalah soal rasa.

"Komedi itu bukan masalah kamu bertindak kocak, bukan adegan orang ditepungin, atau orang jatuh. Sebuah komedi akan jadi penting ketika hadir sebagai sebuah emosi," kata Arie saat ditemui di Grand Mall Bekasi, Jawa Barat, baru-baru ini.

Pria yang berpengalaman menjadi konsultan komedi dalam beberapa judul film ini menilai kekeliruan berkomedi terletak pada pemahaman itu. Saat orang-orang lebih fokus bertingkah lucu ketimbang menyalurkan rasa lucu.

Baca juga : Arie Kriting Sajikan Formula Komedi yang Baru

"Ketika orang bermain komedi, kadang-kadang kesalahannya dia berusaha untuk tampil komedik, berusaha terlihat kocak, padahal berkomedi tidak seperti itu," ucap Arie.

Menurut dia, sebagai seorang artis komedi melawak sama saja dengan beradegan menangis atau marah. Sama-sama memerlukan energi yang jujur agar emosi itu tersampaikan dengan baik ke penonton.

"Berkomedi itu sama aja ketika kamu nangis, kamu tidak perlu membuat-buat nangis. Sama kaya komedi, kamu tidak perlu membuat-buat komedi kamu," ujar pria yang menjadi konsultan komedi untuk film Susah Sinyal.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X