Diperiksa sebagai Tersangka, Lyra Virna Tak Ditahan

Kompas.com - 22/03/2018, 20:35 WIB
Artis Lyra Virna bersama sang suami Fadlan dan kuasa hukumnya Razman Arif Nasution usai menjalani pemeriksaan di Direktorat Reserse Kriminal Khusus, Polda Metro Jaya, Kamis (22/3/2018). KOMPAS.com/DIAN REINIS KUMAMPUNG Artis Lyra Virna bersama sang suami Fadlan dan kuasa hukumnya Razman Arif Nasution usai menjalani pemeriksaan di Direktorat Reserse Kriminal Khusus, Polda Metro Jaya, Kamis (22/3/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com--Artis Lyra Virna memenuhi panggilan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya atas kasus pencemaran nama baik yang dilaporkan oleh pemilik ADA Tour, Lasty Annisa yang membuatnya ditetapkan sebagai tersangka.

Namun, setelah menjalani empat jam pemeriksaan dan menjawab 35 pertanyaan, Lyra diperbolehkan pulang dan tak ditahan oleh penyidik.

Menurut kuasa hukumnya, Razman Arif Nasution, Lyra tak ditahan karena pasal yang dituduhkan padanya hanya menuntut kliennya itu hukuman penjara selama tiga tahun.

Menurut peraturan, jika tuntutan di bawah lima tahun, maka penyidik berhak untuk tak menahan tersangka.

[Baca juga : Diperiksa Hingga Empat Jam, Lyra Virna Tak Banyak Bicara ]

"Kita tidak tahu itu urusan penyidik, karena itu hak wewenang penuh dari penyidik. Dari KUHP itu dapat ditahan, tapi kan ini di bawah lima tahun, karena pasal 3 hanya empat tahun," kata Razman saat ditemui di Direktorat Reserse Kriminal Khusus, Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (22/3/2018).

Apalagi umumnya, penahanan dilakukan untuk mencegah tersangka menghilangkan barang bukti. Sedangkan dalam kasus ini, Razman mengklaim kliennya sudah kooperatif.

"Sekarang begini, selalunya orang yang ditahan itu kan di atas lima tahun, menghilangkan barang bukti diduga kan, kalau dia akan melakukan perbuatan yang sama, tidak kooperatif dan lain-lain. Tapi ini kan dia datang, dan ancamannya juga empat tahun, buat apa?" papar Razman.

Sebelumnya, Lyra Virna ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pencemaran nama baik oleh Penyidik Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.

Penetapan tersangka ini terjadi setelah mediasi antara Lyra dan pemilik ADA Tour and Travel, Lasti Annisa tak menemui titik terang.

Lyra diduga telah melakukan tindak pidana pelanggaran UU IT pasal 45 UU IT Nomor 19 tahun 2016, hasil perubahan dari pasal 27 UU IT no. 11 tahun 2008 juncto Pasal 4.

[Baca juga : Pihak Lyra Virna Akan Laporkan Penyidik yang Jadikannya Tersangka ke Propam]



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X