Tanggung Jawab Sosial Shanty Widhiyanti Sys NS

Kompas.com - 24/03/2018, 11:05 WIB
Harry Sabar, Shanty Widhiyanti, Malik Sjafei Saleh. Kompas.cpm/Jodhi YudonoHarry Sabar, Shanty Widhiyanti, Malik Sjafei Saleh.


Ketika kabar duka tentang meninggalnya Sys NS tersebar di grup What's up pada 23 Januari 2018, saya sedang berada di Bandara Hasanuddin, Makassar, dalam perjalanan menuju Mamuju, Sulawesi Barat. Perasaan sedih bercampur dengan rasa sangsi. Maka saya pun bertanya kepada beberapa kawan untuk memastikan berita duka itu.

Tapi takdir kematian memang telah tersurat atas Raden Mas Haryo Heroe Syswanto Ns. Soerio Soebagio yang lahir di Semarang, Jawa Tengah, 18 Juli 1956 dan meninggal di Jakarta pada 23 Januari 2018 pada umur 61 tahun lebih enam bulan, atau lebih dikenal dengan nama Sys NS, salah satu aktor dan sutradara Indonesia dan juga salah satu pendiri Partai Demokrat, pernah mendirikan Partai Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan belakangan giat menghimpun relawan Gerakan Wadyabala Jokowi (GWJ).

Cukup lama saya tak bertatap muka dengan Sys NS. Terakhir kami bertemu di kediaman pengacara Henry Yoso di pertengahan 2017 untuk sebuah acara. Perkawanan saya dan Sys sebetulnya tak kental-kental amat. Hanya saja, kami selalu antusias memperbincangkan perjalanan bangsa ini. Makanya, Sys gembira saat tahu saya menjadi Ketua Umum Ikatan Wartawan Online. Dia bilang, "lo sekarang punya bekal tambahan untuk membuat bangsa ini menjadi lebih baik," kata Sys kepada saya saat di rumah Henry Yoso. Kala itu Sys datang bersama aktor Ray Sahetapy.

Selebihnya kami bercakap melalui WA. Termasuk saat dirinya memesan sebuah novel karya saya "Paijo dan Paijah" dengan sebuah pesan, "jangan lupa kasih tandatangan sebelum novel lo kirim."

Begitulah, usia tiada yang bisa menduga. Siapa sangka, Sys yang enerjik, Sys yang nampak sehat-sehat saja, harus pergi selekas itu. Saya, dan tentu kawan-kawan dekatnya, terutama isteri dan anak-anaknya tentu sangat kehilangan. Bagi saya pribadi, mengenal Sys adalah mengenal pribadi yang "asyik" dalam pengertian luas. Asyik karena dia mampu menjaga kemudaan jiwa dan raganya dengan pikiran dan kegiatan yang selalu "mengejutkan". Hidup bagi Sys adalah arena permainan, dan Sys adalah kanak-kanak yang tak pernah lelah bermain dan kehilangan ide untuk menciptakan permainan.

Sepeninggal Sys, saya sempat bilang ke seorang kawan, "Sys itu asyik hidupnya, matinya juga asyik." Sys pergi saat dia sedang menyelesaikan tahap akhir rekaman hymne GWJ dan bersiap ke studio musik untuk bertemu dengan musisi Ian Antono; sebuah kepergian saat melakukan perjuangan, indah bukan? Lebih dari itu, juga tak bertele-tele. Hanya diawali sakit perut, keringgat dingin, lalu pergi. Begitu saja, sehingga tak merepotkan yang hidup.

Selanjutnya, di dalam pesawat kecil antara Makassar-Mamuju, saya hanya bisa berdoa seraya mengenangkan kebaikan Sys. Semoga Sys beroleh sorga yang asyik, dengan taman yang indah dan dikelilingi oleh amal ibadahnya selama hidup di dunia. Kepada keluarga yang ditinggalkan juga beroleh kekuatan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Beberapa minggu setelah kepergian Sys NS, HP saya bergetar, tanda ada seseorang mengontak saya. Saat HP saya buka, hati saya berdegup kencang. Sebab di layar HP terbaca nama Sys NS. Sambil penasaran, saya langsung bertanya, "Ini bukan Mas Sys kan?"

"Bukan, saya Acan, Acan Rahman, yang kebetulan memakai nomornya Mas Sys."

Acan Rahman, nama ini pernah beken di akhir 80an hingga awal 90an, sebagai penata tari yang meramaikan acara-acara  musik di TVRI, terutama acara Aneka Ria Safari pimpinan alm) Edy Sud). Acan pun bercerita, bahwa nama saya tercantum di buku catatan Sys NS. Makanya, dirinya yang diminta oleh isteri alm Sys, Shanty Widhiyanti, langsung mengontak kawan-kawan yang namanya ada dalam catatan Sys.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X