Di Film El, Dimaz Andrean Jadi Overprotektif dan Posesif

Kompas.com - 12/04/2018, 07:50 WIB
Artis peran Dimaz Andrean berpose usai wawancara di kantor redaksi Kompas.com, Palmerah, Jakarta Barat, Selasa (3/4/2018). Film El yang dibintanginya akan tayang di bioskop mulai 9 Mei mendatang. KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMOArtis peran Dimaz Andrean berpose usai wawancara di kantor redaksi Kompas.com, Palmerah, Jakarta Barat, Selasa (3/4/2018). Film El yang dibintanginya akan tayang di bioskop mulai 9 Mei mendatang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Artis peran Dimaz Andrean menjadi sosok yang overprotektif dan posesif terhadap Aurelie Moeremans. Namun, itu hanya terjadi dalam film berjudul El karya sutradara Findo Purwono.

Di film itu, Dimaz berperan sebagai Ando, kakak dari si tokoh utama bernama Dafychi, dimainkan oleh Aurelie.

"Tipikal karakternya overprotektif dan cenderung posesif sih karena bapaknya ada, cuma kerja di luar negeri. Sedangkan, ibunya meninggal karena kecelakaan," ujar Dimaz kepada Kompas.com di Gedung Kompas Gramedia, Jalan Palmerah Barat, Jakarta, belum lama ini.

Menurut Dimaz, karakternya itu merasa memiliki beban sebagai kepala keluarga sekaligus kakak pertama pada adik-adiknya menggantikan sang ayah yang jarang pulang.

Beban itu semakin berat karena Dafychi yang beranjak remaja memiliki kepribadian ganda.

"Ando ini karena dia adalah polisi, cenderung disiplin karena dia kepala keluarga menggantikan ayahnya. Takut adiknya kenapa-kenapa. Dafychi kan udah remaja, takut adiknya itu sakit hati, kecewa sama cowoknya. Sehingga jadi overprotektif," ujar Dimaz.

Sikap protektif Ando semakin menjadi-jadi ketika sahabatnya Mario Adipati Haling, diperankan oleh Achmad Megantara, terlibat cinta dengan Dafychi.

"Dia punya sahabat namanya Mario yang PDKT ke adiknya. Jadi konflik antara sahabat, kakak adik, antara Mario sama Dafychi sendiri," kata Dimaz.

Film El merupakan adaptasi dari novel laris karya Luluk HF berjudul sama. Bercerita tentang seorang gadis SMA berkepribadian ganda bernama Dafychi Guanni yang punya sifat pemberontak.

Suatu ketika, alter egonya bernama Dafyna yang lama hilang, tiba-tiba muncul kembali dalam diri Dafychi. Dafyna dengan pembawaan yang tenang dan hangat mengantarkan Dafychi bertemu dengan Mario, seorang pengusaha muda sukses yang otoriter dan berhati dingin.

Selain Dimaz dan Aurelie, film produksi MVP Pictures ini juga menghadirkan sederet aktris dan aktor kenamaan Lain, antara lain Meriam Belina, Dara Warganegara, Brigitta Cynthia, Manohara Odelia, dan Mudy Taylor. 

EL dijadwalkan tayang di bioskop pada 9 Mei 2018.

Baca juga : Dimaz Andrean Ambil Kesempatan Berlibur Sambil Shooting



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X