Pihak XXI: Orang yang Rekam Film dari Bioskop Biasanya Penonton Pemula

Kompas.com - 03/05/2018, 15:59 WIB
Bioskop. ThinkstockBioskop.

JAKARTA, KOMPAS.com - Manajer Operasional XXI, Suprayitno, mengungkap bahwa sebagian besar oknum menyiarkan secara langsung, mengambil gambar, dan merekam beberapa detik atau menit dari bioskop merupakan penonton pemula.

"Dari yang dilaporkan kurang lebih ada 20 kasus," kata Supriyatno dalam seminar Digital Economy & Creative Content Forum di JS Luwansa, Jakarta Selatan, Kamis (3/5/2018).

"Rata-rata setelah diteliti dan ditanya tentang seberapa sering nonton bioskop, apa yang ditonton, dari 20 itu ada 12 orang baru sekali nonton bioskop," sambungnya.

Supriyatno pun menyimpulkan mereka sebagian besar melakukan tindakan pelanggaran tersebut karena kurang pengetahuan dan hanya untuk "gaya-gayaan".

"Mereka tidak ada motif komersial, mereka hanya bangga nonton di XXI lalu di-share pada temannya. Kalau yang share di Instagram Story biasanya orang yang lebih pintar. Tapi mereka tidak ada motif komersial," ujarnya.

Karena itu, lanjut Suprayitno, pihak XXI biasanya setelah mendapati kasus seperti itu tak langsung melapor ke pihak berwajib. Mereka memilih berkoordinasi terlebih dahulu dengan produser film yang dibajak.

"Karena kami juga menjaga agar mereka yang sekali menonton ini tidak takut. Jangan sampai penonton yang tidak tahu apa-apa ini tiba-tiba berurusan dengan polisi. Bikin mereka enggak kapok ke bioskop dan merugikan kami juga," kata Supriyatno.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Mereka yang baru nonton tadi pas kami panggil ke kantor rata-rata takut datang dibawa ke polisi. Kami berdiskusi dengan produser film. Ini mau diapakan, kalau mau dilaporkan ya silakan. Jadi kami selalu koordinasi dengan pihak produser," imbuhnya.

Supriyatno menambahkan pihaknya juga ingin mengedukasi penonton agar kapok melakukan pembajakan film, tetapi tak jera ke bioskop.

"Saat film tayang security kami aktif memeriksa. Apabila kami menangkap orang yang bertindak mencurigakan, biasanya mereka langsung diperingatkan. Perlu saya sampaikan bahwa kami sudah menayangkan slide anti pembajakan, ada warning kalau pembajakan ada hukum pidana," kata Supriyatno.

Baca juga : Lahirnya Idola Baru Pilihan Indonesia

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.