Perjalanan Tong Edan (1)

Kompas.com - 21/05/2018, 17:34 WIB
Tong Edan dok. MayekTong Edan
Penulis Jodhi Yudono
|

JAKARTA, KOMPAS.com-- Tong Edan Visual Art Exhibition digelar Bentara Budaya Jakarta 17 Mei - 26 Mei 2018, kerja sama Kompas Gramedia Group, Bentara Budaya Jakarta dan Tyaga Art Management Malang.

Pameran ini mencoba melakukan pemaknaan retrospektif sekaligus respon kreatif atas fenomena pasar malam yang sempat mengemuka di Jakarta sejak 1889.

Kala itu di Jakarta Pusat, lebih tepatnya di Weltevreden (sekarang kawasan Gambir/lapangan banteng), menjadi lokasi penyelenggaraan pasar malam pertama yang dibuat oleh pemerintah Hindia Belanda untuk memperingati penobatan Ratu Wilhemina.

Puncak kejayaan pasar malam yang menyebar di seluruh Indonesia terasa di tahun 1963 dan kembali semarak pada tahun 2000-an dengan berbagai wahana menarik, salah satunya adalah Tong Edan atau Tong Setan, sebutan lainnya yakni roda-roda gila yang mana merupakan salah satu wahana yang sempat fenomenal di zaman dahulu.

Sejarah pasar malam di Indonesia memang cukup panjang. Dibawa sejak ratusan tahun lalu oleh para pedagang Cina yang datang ke Indonesia sambil menjajakan keramik atau rempah-rempah. Pasar malam pertama tercatat di Chang’an salah satu kota terbesar di zaman Dinasti Sui di Tiongkok kuno.

Di zaman tersebut, penyelenggaraan pasar diatur secara ketat oleh kekaisaran. Hingga pada 965 di zaman Dinasti Song, kekaisaran menghapuskan larangan berdagang setelah tengah malam.

Sejarah wahana TONG EDAN pada pasar malam tercatat pada tahun 1889 di Jakarta Pusat, lebih tepatnya di weltevreden (sekarang kawasan Gambir/lapangan banteng). Menjadi lokasi penyelenggaraan Pasar Malam pertama di Indonesia oleh pemerintahan Belanda, untuk memperingati penobatan Ratu Wilhemina.

Puncak Kejayaan Pasar malam yang menyebar di seluruh Indonesia terasa tahun 1963 dan kembali semarak pada tahun 2000 an dengan berbagai wahana menarik. Salah satunya adalah Tong Edan atau Tong setan, roda-roda gila nama lain di Indonesia merupakan salah satu wahana yang sempat fenomenal diwaktu dulu.

Sejarah ini yang menjadi alasan “Visual Art Exhibition 2018; dengan tema “Tong Edan” diselenggarakan di Jakarta. Sejalan dengan sejarah tersebut, Bentara Budaya Jakarta merupakan pilihan tepat dari program tahunan Tyaga Art community untuk menyelenggarakan visual art exhibition “TONG EDAN” 2018.

Bentara Budaya merupakan institusi yang getol melestarikan kesenian dan budaya dibalik kesemrawutan aktifitas ibu kota negara Indonesia, serta memberikan peluang bagi kelompok kesenian dari daerah lain untuk menyelenggarakan hajat keseniannya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Budaya
Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Budaya
Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Seleb
Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Musik
Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

BrandzView
Profil Han Suk Kyu, Pemeran Teacher Kim di Drama Dr Romantic 2

Profil Han Suk Kyu, Pemeran Teacher Kim di Drama Dr Romantic 2

Seleb
Profil Lee Sung Kyung, Pemeran Cha Eun Jae di Drama Dr Romantic 2

Profil Lee Sung Kyung, Pemeran Cha Eun Jae di Drama Dr Romantic 2

Seleb
Profil Erwin Gutawa, Komponis Ternama Mantan Artis Cilik

Profil Erwin Gutawa, Komponis Ternama Mantan Artis Cilik

Seleb
Profil Dul Jaelani, Musisi Muda Penerus Ahmad Dhani

Profil Dul Jaelani, Musisi Muda Penerus Ahmad Dhani

Seleb
komentar di artikel lainnya
Close Ads X