Keseruan Livi Zheng Bawa Budaya Kampung Halaman ke Los Angeles

Kompas.com - 23/08/2018, 19:19 WIB
Sutradara asal Indonesia yang kini berkiprah di Hollywood, Livi Zheng, berpose di Gedung Menara Kompas, Senin (20/8/2018). sutradara asal Blitar ini baru saja selesai menggarap film Bali: Beats of Paradise yang berkisah tentang musik gamelan. KOMPAS.com/RODERICK ADRIAN MOZESSutradara asal Indonesia yang kini berkiprah di Hollywood, Livi Zheng, berpose di Gedung Menara Kompas, Senin (20/8/2018). sutradara asal Blitar ini baru saja selesai menggarap film Bali: Beats of Paradise yang berkisah tentang musik gamelan.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Berkarier di Hollywood tak membuat sutradara muda Livi Zheng lupa akan tanah kelahirannya, Indonesia. Sutradara film Brush with Danger ini justru semakin giat memperkenalkan budaya Indonesia kepada dunia internasional.

Salah satu upaya Livi Zheng adalah ketika membawa pertunjukkan budaya kota kelahirannya di Blitar, Jawa Timur, ke Los Angeles, Amerika Serikat, pada April lalu.

Saat berkunjung ke Kompas.com, di Palmerah, Jakarta Pusat, Senin (20/8/2018), Livi mengungkapkan bahwa masalah perizinan adalah kesulitan yang ia hadapi ketika coba merealisasikan pertunjukan budaya Indonesia.

"Penari semua 17 orang dari Blitar, wah itu susah banget pas bikin visa, aku aja 249 halaman, itu baru apply. Terus udah gitu ada satu yang nyangkut. Semua dapet kecuali dia, terus last minute dapet, yang lain udah pada di Jakarta," ucap Livi Zheng.

Baca juga: Livi Zheng Belajar Bermain Gamelan untuk Bali: Beats of Paradise

Masih kata Livi Zheng, meskipun sempat mengalami kendala saat mengurus perizinan, namun pada akhirnya semua berjalan lancar.

Livi menambahkan bahwa antusias warga Amerika cukup tinggi, bahkan usai pertunjukkan tari jaranan asal Jawa Timur, ada seorang warga Amerika yang langsung meneleponnya untuk membeli properti dari tarian tersebut.

"Terus ada tuh orang dari New York, dari Oregon terbang ke LA, buat ngelihat pertunjukkan Blitar. Mau ngelihat tari jaranan, nah yang lucu tuh ada penonton yang nelepon mau beli jaranan, nah sama Pak Bupati tuh gak boleh, enggak dikasih, karena itu kan nanti dagang jatuhnya," ucap Livi dengan seru.

Sutradara berusia 29 tahun ini mengaku senang dan bangga karena telah membawa kebudayaan kota asalnya tampil di Los Angeles. Selain itu, keseriusan para penari sanggar dan Pemkab Blitar membuat Livi Zheng semakin yakin akan hasil positif pertunjukkan tersebut.

"Kalo yang pertama itu pemkabnya juga harus semangat, kayak ini nih, dari Amerika tuh udah banyak yang ke Blitar, udah ada beberapa yang dateng ke tempat bupati, padahal kan baru beberapa bulan," ujar Livi.

"Makanya Pak Bupati pas di LA, itu gak mau kemana-mana, cuma fokus sama pertunjukkan terus jadi pembicara di kampus-kampus, ke UCLA, ngajar di situ, terus saya juga ikut ngajar. Terus anak-anak sanggarnya juga semangat latihan, di mana mana latihan, itu jalan cuma foto di Hollywood sign," lanjutnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X