KADO, Film Pendek Karya Sineas Indonesia Menang di Venice International Film Festival 2018

Kompas.com - 09/09/2018, 13:36 WIB
Sutradara asal Indonesia Aditya Ahmad (kiri) menggenggam trofi Best Short Film untuk film Kado dalam malam penghargaan Festival Film Venice yang digelar di Venice Lido, Italia, Sabtu (8/9/2018). AFP/tALBERTO PIZZOLISutradara asal Indonesia Aditya Ahmad (kiri) menggenggam trofi Best Short Film untuk film Kado dalam malam penghargaan Festival Film Venice yang digelar di Venice Lido, Italia, Sabtu (8/9/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com -- Film pendek berjudul KADO karya sutradara muda Indonesia, Aditya Ahmad, dinobatkan sebagai Best Short Film dalam Venice International Film Festival 2018 untuk Orizzonti section.

Mira Lesmana yang memproduseri film pendek tersebut bersama Riri Riza, mengabarkannya lewat akun Instagram-nya @mirles.

"We are happy to share the good news from Venice La Biennale: Miles Films’ new short film KADO (A Gift) by Aditya Ahmad, has won best short film at Orizzonti - 75th. Congrats @ditsmad , we are so proud of you! Congrats also to all cast & crew," tulis Mira seperti dikutip Kompas.com, Minggu (9/9/2018).

Aditya merupakan satu-satunya sineas Indonesia yang berlaga di Festival Film Internasional Venice ke-75 itu.

Karya pemuda kelahiran Makassar tahun 1989 ini bersaing dengan 12 film pendek dari berbagai negara dalam kompetisi tersebut.

Dalam malam penganugerahan di Palazzo del Cinema di Venezia, Lido, Italia, Sabtu (8/9/2018), Aditya menerima trofi penghargaan Orizzonti dari kritikus film Perancis dan Direktur Cinematheque Française, Frederic Bonnaud.

Dari keterangan tertulis Miles Films, KADO merupakam film pendek berdurasi 15 menit.

Bercerita tentang Isfi yang bersemangat menyambut ulang tahun Nita. Untuk dapat menyiapkan kado istimewa di kamar Nita, Isfi harus mengenakan rok panjang dan hijab. 

Isfi merupakan teman lama Aditya sekaligus pemeran utama dalam film pendeknya yang lain, Sepatu Baru (2014).

Aditya terinspirasi membuat KADO ketika kembali bertemu Isfi yang kini sudah beranjak remaja.

“Saya bisa merasakan betul keresahan Isfi yang selalu merasa beda atau dibedakan di lingkungannya. Saya ingin bercerita tentang pergulatan remaja seperti Isfi dalam menemukan identitasnya," kata Aditya dalam keterangan tertulisnya.

KADO bukanlah apresiasi internasional pertama Aditya. Film pendeknya, Sepatu Baru yang merupakan tugas akhirnya di Institut Kesenian Makassar, meraih penghargaan Special Mention untuk kategori Generation Kplus di Festival Film bergengsi Berlinale (Berlin International Film Festival) 2014.

Ia juga meraih predikat Sutradara Film Pendek Asia Tenggara Terbaik di Festival Film Internasional Singapura 2014.

Baca juga: Mira Lesmana: Penonton Kulari ke Pantai Didominasi Remaja



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X