Butet Kertaradjasa Ingin Bakat Seniman Muncul dari Kota Lumpia - Kompas.com

Butet Kertaradjasa Ingin Bakat Seniman Muncul dari Kota Lumpia

Kompas.com - 28/10/2018, 10:57 WIB
Pentas budaya di Taman Indonesia Kaya di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (26/10/2018) malam.KOMPAS.com/NAZAR NURDIN Pentas budaya di Taman Indonesia Kaya di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (26/10/2018) malam.

SEMARANG, KOMPAS.com - Seniman Butet Kertaradjasa menjadi salah satu penampil di pertunjukan budaya di Taman Indonesia Kaya di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (27/10/2018) malam.

Penampilan Butet dan kawan-kawan disambut ratusan penonton yang hadir menyaksikan pentas teater rakyat dengan tema 'Misteri Sang Pangeran' itu. Tepuk tangan bergemuruh sepanjang adegan berlangsung.

Melihat antusiasme penonton, Butet meyakini ada harapan besar di masa-masa mendatang akan munculnya bibit seniman baru, khususnya dari Semarang. Para seniman bisa memanfaatkan panggung terbuka di Taman KB Semarang.

"Yogya saja sebagai kota budaya tidak punya taman seperti ini. Taman seperti ini bisa memunculkan seniman, tentu sambil berproses," ucap Butet, seusai pentas.

Taman Indonesia Kaya berada persis di tengah Taman KB Semarang. Lokasi tepat di tengah kota dengan panggung terbuka dinilai potensial untuk pembentuk bakat seni dari ibu kota Jawa Tengah.

Tampil di Semarang, mengingatkan Butet pada masa tahun 1980-an kala ia menggelar pentas bersama Teater Gandrik. Kala itu, mereka tampil di dalam panggung tertutup di auditorium RRI Semarang.

"Saya tampil di Semarang sejak 1980 dengan Teater Gandrik. Dulu tampilnya di RRI, dan saat itu saya dengar keluhan Semarang tidak punya tempat seni yang representatif," ujarnya.

"Ini memang bukan teater tertutup, tapi ini ruang yang bisa membuat orang berproses. Ini jadi tempat orang yang suka seni. Semarang boleh belum punya gedung seni, tapi ini ruang yang dimaksimalkan," tambahnya.

Budayawan Semarang, Prie GS, yang juga tampil dalam teater rakyat, menjelaskan, pemanfaatan taman untuk kegiatan seni sangat diperlukan di era modern ini.

"Taman yang dimanfatkan sebagai kesenian sebagai opsi. Kalau kota banyak taman, maka penduduk menurun. Makin banyak ruang terbuka, maka kriminalitas menurun," tandasnya.

Butet, Prie GS, Cak Lontong, Akbar, Susilo Nugroho, Suryo Respati, Marwoto, hingga Sahita ikut tampil dalam pentas yang berlangsung selama 90 menit.

Aksi mereka di atas panggung mendapat sambutan hangat dari ratusan penonton yang hadir. Tepuk tangan dan gelak tawa penonton mengiringi pentas rakyat pertama di taman yang diresmikan sejak 10 Oktober 2018 lalu.

Sebuah layar besar di luar panggung bahkan disiapkan khusus untuk menampung antusiasme pengunjung yang tidak mendapat tiket masuk.

Pertunjukan budaya ini disutradarai Agus Noor dengan judul 'Misteri Sang Pangeran'.

Baca juga: Teater Rakyat Kolaborasi Butet Kertaradjasa Cs Bikin Penonton Tergelak



Close Ads X