4 Nomine Film Panjang Terbaik FFI 2018 Diputar Khusus Mulai Hari Ini

Kompas.com - 04/12/2018, 09:23 WIB
Poster film Sultan Agung: Tahta, Perjuangan, dan Cinta Dokumentasi Mooryati Soedibyo CinemaPoster film Sultan Agung: Tahta, Perjuangan, dan Cinta

JAKARTA, KOMPAS.com -- Malam anugerah Piala Citra atau Festival Film Indonesia (FFI) 2018 di Teater Besar Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, pada 9 Desember mendatang.

Jelang itu, empat film yang masuk daftar nominasi Film Panjang Terbaik FFI tahun ini akan diputar secara khusus di teater tiga Senayan City XXI, Jakarta Pusat, selama 4 dan 5 Desember 2018.  

Untuk hari pertama, film Sekala Niskala ditayangkan pada 19.00 WIB, sementara Aruna dan Lidahnya pada pukul 21.00 WIB.

Sedangkan pada hari kedua yakni 5 Desember, film Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak bakal diputar pada pukul 19.00 WIB dan SULTAN AGUNG: Tahta, Perjuangan dan Cinta pada pukul 21.00 WIB.

Pemutaran film ini terbuka untuk publik dan bisa ditonton secara gratis. Namun, karena tempat yang terbatas, penonton wajib mendaftar 30 menit sebelum jam pemutaran.

Dalam FFI 2018, Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak mendapatkan 15 nominasi untuk 14 kategori, termasuk Film Terbaik, Sutradara Terbaik untuk Mouly Surya, Penulis Skenario Asli Terbaik untuk Mouly Surya & Rama Adi, Pemeran Utama Wanita Terbaik untuk Marsha Timothy, Pemeran Pendukung Wanita Terbaik untuk Dea Panendra, Pemeran Pendukung Pria Terbaik untuk Egi Fedly dan Yoga Pratama, dan lainnya.

Sementara Aruna dan Lidahnya memperoleh sembilan nominasi di sembilan kategori. Di antaranta, Film Terbaik, Sutradara Terbaik untuk Edwin, Penulis Skenario Terbaik untuk Titien Wattimena, Pemeran Utama Wanita Terbaik untuk Dian Sastrowardoyo, Pemeran Utama Pria Terbaik untuk Oka Antara, Pemeran Pendukung Wanita Terbaik untuk Hannah Al Rashid, Pemeran Pendukung Pria Terbaik untuk Nicholas Saputra.

Selain itu, film Sekala Niskala mendapatkan  nominasi untuk delapan kategori, termasuk Film Terbaik, Sutradara Terbaik untuk Kamila Andini, Penata Sinematografi Terbaik untuk Anggi Frisca, Penulis Skenario Asli Terbaik untuk Kamila Andini, Pemeran Pendukung Wanita Terbaik untuk Ayu Laksmi, dan lain-lain.

Terakhir ada film SULTAN AGUNG: Tahta, Perjuangan dan Cinta yang mendapatkan enam nominasi di enam kategori. Di antaranya Film Terbaik, Pemeran Utama Pria Terbaik untuk Ario Bayu, dan Pemeran Pendukung Pria Terbaik untuk Marthinus Lio.

Baca juga: Aruna & Lidahnya Raih 9 Nominasi FFI 2018, Produser Merasa Diapresiasi



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X