Ifan Seventeen Selamat dari Tsunami Banten karena Sebuah Box

Kompas.com - 23/12/2018, 11:24 WIB
Ifan Seventeen mengklarifikasi kabar perselingkuhannya dalam konferensi pers di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (27/9/2018). KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENGIfan Seventeen mengklarifikasi kabar perselingkuhannya dalam konferensi pers di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (27/9/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com -- Vokalis band Seventeen, Riefian Fajarsyah atau Ifan, merupakan salah satu korban selamat dari terjangan tsunami di Tanjung Lesung Beach Resort, Banten, Sabtu (22/12/2018).

Meski terlempar jauh dari bibir pantai ke arah laut, Ifan berhasil selamat karena berpegangan pada sebuah box.

"Saya lihat kepanikan orang. Saya lihat chaos sekali. Saya terapung-apung di laut. Sampai saya bisa menggapai sebuah box," kata Ifan dalam wawancara via telepon dengan TVOne seperti dikutip Kompas.com, Minggu (22/12/2018).

Sambil berpegangan, Ifan kemudian berusaha menjauh dari kerumunan orang yang terlihat menggapai-gapai agar tak tenggelam. Sampai akhirnya ia bisa sampai ke daratan.

"Saya berusaha lari menjauh dari kerumunan dan habis itu selang beberapa menit suasana sepi. Ternyata udah jadi mayat semua," kata Ifan.

"Saya sendiri selamat alhamdulillah, paling cuma luka-luka," tambahnya.

Ifan dan Seventeen diketahui menjadi pengisi acara dal gathering PLN di sana. Ia mengatakan, yang dia tahu ada total 260 peserta gathering tersebut dan semua tergulung tsunami.

"Cuma peserta gathering ada 260, belum sama keluarganya, event organizer dan kru panggung. Sebagian yang terlempar ke laut. Mungkin sekitar 70 persen terlempar ke daratan itu sebagian besar selamat. Yang kelempar ke laut sebagian besar meninggal," ujarnya.

Sebelumnya gelombang tinggi menerjang pesisir Serang dan menyebabkan sejumlah kerusakan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa gelombang itu merupakan tsunami.

BMKG menyampaikan kesimpulan tersebut setelah mendapatkan data dari 4 stasiun pengamatan pasang surut di sekitar Selat Sunda pada waktu kejadian tsunami, yaitu pukul 21.27 WIB.

Hasil pengamatan menunjukkan tinggi gelombang masing-masing 0.9 meter di Serang pada pukul 21.27 WIB, 0,35 meter di Banten pada pukul 21.33 WIB, 0,36 meter di Kota Agung pada pukul 21.35 WIB, dan 0,28 meter pada pukul 21.53 WIB di Pelabuhan Panjang.

Baca juga: Detik-detik Tsunami Banten Terjang Seventeen Saat Manggung

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X