Ifan Seventeen Akui Trauma Berat

Kompas.com - 12/01/2019, 09:37 WIB
Vokalis grup band Seventeen, Riefian Fajarsyah yang biasa disapa Ifan menjelaskan kisahnya menghadapi terjangan tsunami hingga akhirnya selamat di kediaman almarhumah istrinya, Dylan Sahara Puteri di Kota Ponorogo, Jawa Timur, Jumat ( 28 / 12 / 2018) malam.KOMPAS.com/MUHLIS AL ALAWI Vokalis grup band Seventeen, Riefian Fajarsyah yang biasa disapa Ifan menjelaskan kisahnya menghadapi terjangan tsunami hingga akhirnya selamat di kediaman almarhumah istrinya, Dylan Sahara Puteri di Kota Ponorogo, Jawa Timur, Jumat ( 28 / 12 / 2018) malam.


JAKARTA, KOMPAS.com - Vokalis Riefian Fajarsyah alias Ifan Seventeen mengakui bahwa ia mengalami trauma berat akibat musibah tsunami Selat Sunda pada Desember 2018 lalu.

Rasa trauma itu Ifan alami lantaran ia kehilangan istrinya, Dylan Sahara, dan tiga personel band Seventeen, yakni gitaris Herman Sikumbang, pemain bas M Awal Purbani, dan drummer Windu Andi Darmawan.

"Aku sadar proses trauma semakin ke sini semakin berat," ujar Ifan saat menggelar pengajian di Kompleks DPR Rawajati, Kalibata, Jakarta Selatan, Jumat (11/1/2018) malam.

Baca juga: Ifan Seventeen Masih Terbayang-bayang Dylan Sahara

Ifan juga meminta maaf bahwa ia tidak mau muncul ke publik dengan alasan ingin menenangkan diri. Ia ingin kembali menormalkan pikirannya dari rasa trauma tersebut.

"Sedang proses recovery soal masalah ini. Aku coba untuk kembali menemukan diri aku sendiri," ujar dia.

Cara untuk mengembalikan rasa trauma tersebut adalah dengan kembali mendekatkan diri kepada Tuhan. Ifan memilih untuk pergi ke Pesantren Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur, untuk menenangkan diri.

"Kebetulan di sana ada keluarga Dylan juga, ramai-ramai sama anggota keluarga dari Seventeen lainnya," ucap dia.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X