Desainer Konsep Film Gatotkaca Akui Ambil Referensi dari Film Marvel

Kompas.com - 21/02/2019, 18:02 WIB
(kiri ke kanan) sutradara Charles Gozali, Chris Lie selaku konsep disainer, peneran Gatotkaca, produser Rene Ishak dan pesilat Cecep Arief Rachman dalam jumpa pers peluncuran teaser film Gatotkaca di Djakarta Teather, Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (21/2/2019).KOMPAS.com/IRA GITA (kiri ke kanan) sutradara Charles Gozali, Chris Lie selaku konsep disainer, peneran Gatotkaca, produser Rene Ishak dan pesilat Cecep Arief Rachman dalam jumpa pers peluncuran teaser film Gatotkaca di Djakarta Teather, Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (21/2/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Desainer konsep film Satria Dewa: Gatotkaca, Chris Lie, mengakui bahwa ia mengambil referensi dari film-film pahlawan super Marvel Studios untuk mengemas tampilan sang kesatria. 

"Kalau dari gambar ya production-nya, tone warnanya, fight-nya, action-nya, kemudian musiknya itu kami memang referensinya ke film-film superhero Marvel," kata Chris saat diwawancarai usai jumpa pers peluncuran teaser film Gatotkaca di Djakarta Teather, Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (21/2/2019).

"Kami terus terang mengambil referensi film Marvel yang lebih family friendly ketimbang film Disney. Jadi kalau nanti dilihat action-nya akan stylishtic, tidak real. Kayak Marvel lah," sambungnya.

Baca juga: Riset Tentang Gatotkaca Dilakukan Selama Dua Tahun

Chris memberi contoh film Ant-Man. Menurut dia, film ini memiliki koreografi laga yang keren, kostum yang bagus, serta warna dan musik yang asyik.

"Itu mungkin penggambaran yang mungkin bisa saya kasih," ucapnya.

Chris menuturkan, meski Gatotkaca adalah tokoh pahlawan dari kisah pewayangan Jawa yang hidup ratusan tahun lalu, namun dia ingin menyuguhkan sebuah tampilan pahlawan yang modern.

"Karena sound-nya, memang feel-nya sudah kerasa gitu. Jadi kami intinya ingin bikin film superhero yang modern," ujar Chris.

Baca juga: Untuk Teaser Saja, Film Satria Dewa: Gatotkaca Habiskan Waktu Setahun dan Biaya Rp 1 Miliar

Chris menjelaskan, dia akan menyajikan tampilan berkualitas tinggi dengan menggunakan teknologi computer generated imagery (CGI).

"Karena Gatotkaca ini kan orang ekspektasi nya akan besar ya. Kuat sekali, dan orang bilang Superman-nya Indonesia. Ekspektasi tinggi itu mungkin kita bisa tampilkan dengan action yang cukup berkualitas tinggi juga," ujar Chris.

"Maksudnya enggak yang ecek-eceklah. Nolong orang atau nyebrangin orang itu kan simpel. Kami action-nya, level-nya harus tinggi dan itu harus CGI," imbuhnya.

Baca juga: Bangkitnya Gatotkaca dalam Perfilman Indonesia



Close Ads X