Barasuara Tak Bisa 'Tinggal Diam' Saat Mengulik Pikiran dan Perjalanan

Kompas.com - 05/03/2019, 12:20 WIB
Barasuara saat ditemui di kawasan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Senin (4/3/2019). KOMPAS.com/IRA GITABarasuara saat ditemui di kawasan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Senin (4/3/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemain bass grup band Barasuara, Gerald Situmorang, mengatakan bahwa banyak perubahan yang mereka lakukan saat mengulik singel " Pikiran dan Perjalanan". Lagu itu masuk dalam album baru mereka yang berjudul sama.

"Pada saat latihan di studio ada perubahan lagi. Berkembang dari workshop pertama. Apalagi Iga (vokalis) paling enggak bisa stay di satu ide. Dibikin, diganti lagi," kata Gerlad dalam jumpa pers di kawasan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Senin (4/2/2019).

Gerald menuturkan, para personel Barasuara masing-masing biasanya mengumpulkan materi pada saat mereka bermain musik bersama.

"Basic-nya riff utamanya sudah dari lama dapAtnya. Gue bikin cord, Marco kasih patern drumnya. Kayak nge-jam sih. Barasuara soalnya bukan tipikal band yang bawa semua materi sudah jadi," ucap Gerald.

Baca juga: Pikiran dan Perjalanan Merangkum Kisah Barasuara Selama 4 Tahun

"Tapi lebih kayak memang ngerasain energinya masing-masing. Karena ini enam orang ini punya ide aneh-aneh semua. Dijadikan satu di setiap lagu," imbuhnya.

Iga menimpali bawa "Pikiran dan Perjalanan" mengisahkan seseorang yang mengambil sebuah keputusan.

"Ini sebenarnya lebih ke kayak persimpanganlah. Kita kan selalu berada di persimpangan dari apa yang kita lakukan. Memilih apa yang pantas dan mana yang menurut kita baik dan itu tidak pernah menjadi sesuatu yang mudah," kata Iga.

"Pengaruh eksternal dalam kita mengambil keputusan itu juga sangat kuat, mungkin ada baiknya kita menentukan aja sendiri," lanjutnya.

Baca juga: Seribu Racun, Sebuah Lagu Depresi dari Barasuara



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X