4 Artis Indonesia Lulusan Kampus Bergengsi Dunia

Kompas.com - 05/03/2019, 14:10 WIB
Tasya Kamila diwisuda di Columbia University, Amerika Serikat. Instagram/Tasya KamilaTasya Kamila diwisuda di Columbia University, Amerika Serikat.

Selanjutnya, adalah artis peran Cinta Laura Kiehl yang terkenal dengan logat kebule-buleannya saat berbicara.

Selain sukses menjalankan kariernya di Indonesia sebagai penyanyi dan aktris peran, Cinta Laura merantau ke luar negeri untuk menjalani kuliah S1-nya.

Ia kemudian menjalani pendidikannya di salah satu universitas bergengsi Amerika Serikat, yakni Columbia University, satu dari delapan universitas yang tergabung sebagai Ivy League.

Tak tanggung-tanggung, Cinta langsung mendapatkan gelar ganda di bidang Psikologi dan Sastra Jerman dengan predikat cumlaude. Diketahui, perempuan berambut pirang ini mendapatkan nilai akhir mendekati sempurna, 3,9.

Tidak hanya itu, kuliah sarjana berhasil ia selesaikan dalam waktu yang lebih singkat dari semestinya, yakni tiga tahun saja.

Baca juga: Cinta Laura Akan Rekam Lagu Barunya di Swedia

Setelah lulus, ia juga pernah didapuk menjadi asisten dosen di kampus almamaternya. Ini menjawab stigma bahwa mahasiswa dari negara berkembang tidak bisa dikaitkan dengan kemampuan yang pas-pasan.

Tidak hanya itu, didaulat menjadi asisten dosen juga membuktikan Cinta Laura tidak hanya jago di atas panggung atau depan kamera. Ia memang memiliki kemampuan yang moncer.

Berprestasi di bidang akademik, nampaknya tidak menghalangi seorang Cinta Laura untuk juga memperhatikan karier keartisannya.

Di Amerika, ia tergabung dalam Luber Roklin Entertainment, ia juga beberapa kali menjajal peruntungannya bermain di film-film Hollywood.

4. Tasya Kamila

Sama halnya dengan Cinta Laura, mantan artis cilik Tasya Kamila juga menempuh pendidikan S2-nya di Columbia University.

Ia mengambil jurusan Administrasi Publik dengan beasiswa LPDP. Tak kalah membanggakan dari rekan seprofesinya yang juga mengenyam pendidikan di universitas terbaik dunia, Tasya mendapat nilai akhir lebih dari 3,7.

Bedanya, Tasya tidak mendapatkan sebutan cumlaude atau yang lainnya, karena perbedaan sistem penilaian di jurusan tempatnya belajar.

Sebelumnya, Tasya menjalani S1 nya di Universitas Indonesia mengambil jurusan Akuntansi di FEUI. Ia lulus dalam waktu 3,5 tahun dengan IPK cumlaude.

Baca juga: Tasya Kamila Tertarik Jadi Dosen

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X