Ada Iklan Mirip Dilan 1991, Bos Max Pictures Minta Perlindungan Bekraf

Kompas.com - 12/03/2019, 16:42 WIB
Produser Max Pictures Ody Mulia saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (12/3/2019). KOMPAS.com/IRA GITAProduser Max Pictures Ody Mulia saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (12/3/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Bos rumah produksi Max Pictures, Ody Mulya Hidayat, meminta perlindungan kepada Badan Ekonomi Kreatif ( Bekraf) karena merasa dirugikan dengan adanya iklan milik salah satu perusahaan e-commerce berjudul Dilon 2019.

Pihaknya menilai iklan itu memiliki banyak kemiripan dengan film Dilan 1991 sekuel film Dilan 1990.
 
"Kami minta kepada Bekraf, tolong beri perlindungan kepada kami dan dijaga juga film yang lagi tayang, itu yang saya minta," kata Ody saat jumpa pers di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (12/3/2019).

Baca juga: 5 hari Diputar, Dilan 1991 Melesat hingga Capai 3 Juta Penonton

Ody menuturkan, dia dan pihak terkait belum pernah berkomunikasi apa pun tentang materi iklan tersebut. Ody juga menegaskan, perusahaan tersebut bukannlah sponsor dari film Dilan 1991.

"Saya belum ketemu sih, saya baru lihat di bioskop kan itu, aduh, saya enggak bisa ngomong. Itulah, mereka sponsor bukan? Itu bukan sponsor kami. Tapi kan lihat kostumnya, font-nya bisa lihat sendiri kan, kok segitunya banget sih," tutur Ody.

"Kami enggak pernah deal apa-apa. Bahkan pihak bioskopnya juga enggak tahu itu bukan sponsor kami," imbuhnya.

Ody berharap setidaknya pihak e-commerce itu meminta izin terlebih dahulu kepada Max Pictures selaku pemegang hak cipta film Dilan. Di juga mempermasalahkan bahwa materi itu dibuat untuk keperluan komersil.

"Seenggaknya ada kulo nuwun, produk juga kan sudah turun berapa. Cuma kalau mau nobar aja izin, saya kasih. Seenggaknya enggak komersil saya enggak masalah," ujar Ody.

Baca juga: Bayu Skak Hindari Yowis Ben 2 Tayang Bareng Dilan 1991 dan Captain Marvel



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Budaya
Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Budaya
Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Seleb
Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Musik
Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

BrandzView
komentar di artikel lainnya
Close Ads X