Pidi Baiq 'Ayah' Dilan Disebut Ikut Kesal Gara-gara Dilon 2019

Kompas.com - 12/03/2019, 17:12 WIB
Film Dilan 1991 memecahkan rekor MURI sebagai film Indonesia dengan perolehan penonton terbanyak pada penayangan perdana di Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Minggu (3/3/2019). Kompas.com/Tri Susanto SetiawanFilm Dilan 1991 memecahkan rekor MURI sebagai film Indonesia dengan perolehan penonton terbanyak pada penayangan perdana di Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Minggu (3/3/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Bos rumah produksi Max Pictures, Ody Mulya Hidayat, mengatakan bahwa bukan hanya pihaknya saja yang tak terima dengan iklan sebuah perusahaan e-commerce yang dianggap mencomot ide film Dilan 1991

Menurut Ody, penulis buku Dilan yang menjadi dasar film tersebut, Pidi Baiq, juga ikut merasa kesal.

"Aduh, dapetin (hak cipta)-nya itu setengah mati, bertahun-tahun, tiba-tiba orang main comot-comot gitu kan, semua. Bukan saya aja, Pidi Baiq juga kesal," kata Ody saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (12/3/2019).

Walaupun begitu, ia menegaskan bahwa pihaknya tidak melayangkan tuntutan materi kepada perusahaan e-commerce tersebut.

Baca juga: 5 hari Diputar, Dilan 1991 Melesat hingga Capai 3 Juta Penonton

Ody hanya meminta perlindungan kepada Badan Ekonomi Kreatif ( Bekraf) karena merasa dirugikan dengan adanya iklan berjudul Dilon 2019 yang dinilai memiliki banyak kemiripan dengan film Dilan 1991.

"Enggak, itu nanti urusan belakang, yang penting saya sekarang minta perlindungan, yang lain juga, kalau dilihat nanti ke depan ada film Milea, jangan sampai kejadian lagi," ujarnya.

"Saya cuma minta perlindungan karena saya memang di bawah Bekraf, syukur-syukur Pak Presiden melihat ini juga. Bukan ini aja, boleh dibilang hak cipta orang diserempetin untuk digunakan," sambungnya.

Ody berharap setidaknya pihak perusahaan e-commerce yang dimaksud meminta izin terlebih dahulu kepada Max Pictures selaku pemegang hak cipta film Dilan. Sebab, materi iklan itu dibuat untuk keperluan komersil.

"Seenggaknya ada kulo nuwun, produk juga kan sudah turun berapa. Cuma kalau mau nobar aja izin, saya kasih. Seenggaknya enggak komersil, saya enggak masalah," ujar Ody.

Baca juga: Ada Iklan Mirip Dilan 1991, Bos Max Pictures Minta Perlindungan Bekraf

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X