Ada Bawang Merah Bawang Putih hingga Si Malin Kundang dalam Upin Ipin The Movie

Kompas.com - 16/05/2019, 22:18 WIB
KarakterBawang Merah Bawang Putih hadir dalam film animasi Upin Ipin: Keris Siamang Tunggal. Les CoupaqKarakterBawang Merah Bawang Putih hadir dalam film animasi Upin Ipin: Keris Siamang Tunggal.

JAKARTA, KOMPAS.com - Upin Ipin The Movie telah memasuki pekan pertama penayangannya di bioskop Tanah Air. Film produksi Les Coupaq tersebut sukses mencuri perhatian berkat memasukkan dua cerita rakyat yang sudah familiar bagi masyarakat Indonesia, Bawang Merah Bawang Putih dan Malin Kundang.

Dalam petualangannya menyelamatkan Kerajaan Inderaloka, Upin dan Ipin bertemu dengan ibu dari Malin Kundang. Sang ibu tengah menyesali sumpahnya pada sang anak, sehingga menjadi batu.

Di lain tempat, Upin dan Ipin pun bertemu dengan Bawang Merah yang menceritakan hubungannya dengan Bawang Putih yang tak akur.

Ada benang merah antara cerita Bawang Merah Bawang Putih serta Malin Kundang dengan misi penyelematan yang dilakukan Upin Ipin terhadap Kerajaan Inderaloka dari kekejaman Rasa Barsiong.

Baca juga: Upin Ipin The Movie, Bertualang di Dunia Penuh Fantasi

 

Benang merah itu akan terbuka lebar, jika menyaksikan utuh film animasi produksi Les Coupaq tersebut.

Menurut sutradara Upin Ipin The Movie Syed Nurfaiz Khalid, masuknya unsur cerita rakyat yang dikenal di Tanah Air itu merupakan bagian dari pelengkap cerita fantasi petualangan Upin dan Ipin.

"Ini cerita fantasi dengan memasukkan unsur-unsur cerita yang ada di Nusantara seperti cerita Malin Kundang, versi Malaysia-nya adalah Si Tanggang," ujar Syed Nurfaiz Khalid yang akrab disapa Faiz dalam siaran pers Upin Ipin The Movie, Kamis (16/5/2019).

"Cerita Bawang Merah Bawang Putih, hanya saja untuk versi ini yang baik justru Bawang Merahnya. Jadi ini benar-benar cerita rekaan, fantasi dan bukan cerita yang menitikberatkan sisi legendanya," lanjutnya.

Hadirnya cerita rakyat populer itu tentu menambah warna cerita Upin Ipin: Keris Siamang Tunggal. Selain animasinya yang diklaim memiliki kualitas tak jauh dari film animasi produk Hollywood, banyak pesan moral yang disampaikan dari keluguan si kembar Upin dan Ipin.

"Ipin Keris Siamang Tunggal adalah tontonan berkualitas yang sangat pas untuk menjadi tontonan keluarga, apalagi di bulan Ramadan ini. Sebuah hiburan yang bermanfaat untuk anak-anak, sepulang sekolah sambil ngabuburit menunggu saat berbuka puasa tiba," ujar Promo and Strategic Planner Division Head MNCP Chandra Sapta Surya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X