Kisah Hidup Atta Halilintar, Jualan di Terminal hingga Tampung Makanan Sisa

Kompas.com - 14/06/2019, 11:52 WIB
Atta Halilintar saat ditemui dalam acara jumpa pers YouTube Fanfest Live Show di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (4/10/2018). KOMPAS.com/IRA GITAAtta Halilintar saat ditemui dalam acara jumpa pers YouTube Fanfest Live Show di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (4/10/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Siapa yang tak kenal Atta Halilintar. Ia dikenal sebagai salah satu YouTuber sukses Indonesia, bahkan menjadi nomor satu di Asia dengan 16 juta lebih subscriber.

Kendati demikian, tak sedikit yang memandang sebelah mata seorang Atta. Putra pertama dari keluarga fenomenal Halilintar itu kerap dinilai kurang memberikan konten yang berkualitas dan dicap meraih sukses secara instan.

Namun, tak banyak yang tahu bahwa sebelum kepopuleran dan materi yang melimpah mengelilinginya, Atta dulunya pernah hidup susah dan harus berjuang demi bertahan hidup.

Dalam program Okay Bos, Atta mengisahkan hidupnya dulu yang jauh dari mapan.

"Aku dulu jual simcard, aku sampai pernah post di Instagram foto aku 10 tahun lalu masih dagang di terminal-terminal. Simcard, jual (kartu) perdana," kata Atta dalam video berjudul "Kisah Sedih Atta Halilintar", seperti dikutip Kompas.com dari kanal YouTube Trans7 Official, Jumat (14/6/2019).

"Dulu waktu keluarga aku lagi jatuh, ada masalah, akhirnya aku pindah ke Malaysia. Itu jualannya di terminal Malaysia. Di negeri orang," tambahnya.

Baca juga: Kena Prank Atta Halilintar, Raffi Ahmad Teringat Digerebek BNN 6 Tahun Lalu

Ia menjelaskan ketika itu, usaha orangtuanya sedang mengalami penurunan sehingga terpaksa menjadi kurir di Negeri Jiran. Namun, penghasilan mereka menurut Atta tak cukup karena harus menghidupi sembilan anak.

Karena itu, Atta memutuskan berdagang apa saja termasuk simcard untuk membantu orangtuanya menjadi tulang punggung keluarga.

"Kalau bicara momen-momen susah tuh aku agak-agak terenyuh sih. Dulu pernah sampai orangtua aku tuh kerja, tapi habis itu enggak tahu mau ngasih makan apa anaknya pada malam hari," kata Atta.

Terkadang mereka makan satu dulang nasi, namun dengan hanya satu buah telur. Padahal anggota keluarga Atta berjumlah 11 orang.

Miris dengan kondisi itu, Atta mengatakan saat itu timbul ide di kepalanya untuk menampung makanan sisa yang dijual di supermarket dekat kediaman mereka.

"Kan di bawah itu ada supermarket. Tiap malam, mereka pasti buang ayam bakar atau roti atau apa pun itu ke dalam plastik dan habis itu dibuang ke tong sampah. Nah, aku punya ide, gimana sebelum makanan itu ke tong sampah, aku ambil, biar adik-adik aku bisa makan enak," kata Atta.

"Dan orang enggak tahu cerita ini. Orang tahunya Atta Halilintar lahir dari anak orang kaya, sudah senang dari lahir. Padahal orang enggak tahu behind the story kenapa gue punya semangat kayak gini. (Orang tahunya) gue enggak pernah susah atau gue enggak pernah berjuang. Mungkin orang hanya bilang ini orang instan," tambahnya.

Baca juga: Aurel Hermansyah Pilih Siapa, Atta Halilintar atau Verrell Bramasta?

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X