Gina S Noer Sempat Tak Tega Pilih Zara JKT48 Perankan Dara dalam Film Dua Garis Biru

Kompas.com - 19/06/2019, 22:46 WIB
Gina S Noer menggelar syukuran sebelum shooting film Dua Garis Biru. Instagram/Gina S NoerGina S Noer menggelar syukuran sebelum shooting film Dua Garis Biru.

JAKARTA, KOMPAS.com - Penulis yang juga sutradara Gina S Noer (33) sempat tak tega memilih artis peran yang juga penyanyi Adhisty Zara (15) untuk memerankan tokoh Dara dalam film besutannya yang berjudul Dua  Garis  Biru.

Awalnya saat mencari siapa yang pas untuk memerankan tokoh Dara, Gina berkeluh kesah pada artis peran Nirina Zubir yang saat itu tengah berada dalam satu proyek film dengan dirinya dan Zara.

"Terus Nirina kasih masukan, kenapa enggak Zara aja?" ujar Gina saat berkunjung ke Redaksi Kompas.com di Menara Kompas, Palmerah Selatan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (19/6/2019).

Baca juga: Film Dua Garis Biru Jadi Debut Gina S Noer sebagai Sutradara

Sempat berpikir bahwa ide tersebut tak masuk akal, namun akhirnya Gina mencoba menawarkan tokoh ini pada Zara.

"Ku coba tanya sama Zara. Waktu itu lagi di Gambir, aku kasih tahu tuh," ucap Gina.

Namun Gina tetap merasa tak tega saat harus melepas Zara perankan tokoh Dara. Pasalnya, tokoh Dara di film ini mempunyai masalah yang kompleks dan berat.

"Ada perasaan enggak tega, karena sepanjang film sebelumnya Zara itu sudah kayak anak, kayak ponakan, kayak adik, sayangnya beda. Jadi agak enggak tega lihat Zara perankan karakter sekompleks ini," kata Gina.

Setelah itu, Zara pun diundang untuk casting. Begitu melihat Zara memerankan tokoh Dara secara singkat. Gina lantas percaya bahwa Zara mampu memerankan tokoh ciptaannya tersebut.

"Akhirnya datanglah dia casting. Terus lihat, langsung, buat saya perasaan itu juga jadi lebih real. Adegan-adegan yang saya tulis itu jadi lebih real," kata Gina.

"Pertama kali berhubungan badan, pertama kali tahu hamil. Semua jadi nyata ketika kepercayaan itu kami bangun. Dan yang saya suka itu Zara berani taruh rasa rapuh di dalam dirinya," imbuhnya.

Atas pencapaian Zara, Gina mengatakan bahwa tokoh Dara bisa hidup bukan karena keberhasilannya menulis.

"Dara yang ada di film bukan karya pribadi saya. Tapi bagaimana Zara itu building  the character," ungkapnya.

Film Dua  Garis  Biru bercerita tentang kisah cinta remaja dua murid SMA bernama Dara dan Bima (Angga Aldi Yunanda) yang harus menghadapi masalah setelah Dara dinyatakan hamil.

Film yang ditulis dan disutradarai oleh Gina S Noer ini juga melibatkan para pemain lain seperti, Dwi Sasono, Lulu Tobing, Maisha Kanna, Rachel Amanda Aurora dan masih banyak lagi. Dua  Garis  Biru dijadwalkan tayang pada 11 Juli 2019 mendatang.

Baca juga: Zara JKT48 Tak Mudah Perankan Dara dalam Film Dua Garis Biru



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X