Adipati Dolken Sempat Merasa Terbebani Terima Film Perburuan

Kompas.com - 26/06/2019, 17:21 WIB
Adipati Dolken berpose dalam peluncuran poster film Perburuan di RBOJ Coffee, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Rabu (26/6/2019). Kompas.com/Tri Susanto SetiawanAdipati Dolken berpose dalam peluncuran poster film Perburuan di RBOJ Coffee, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Rabu (26/6/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Artis peran Adipati Dolken mengaku merasa ada beban saat menerima peran Hardo dalam film Perburuan.

Beban itu lantaran Perburuan diadaptasi dari karya sastra berjudul sama karya penulis Pramoedya Ananta Toer.

"Ini omongin sastra. Apalagi dari buku Pram, itu cukup punya beban banget kalau penyampaiannya sampai salah," ujar Adipati saat perilisan poster film RBOJ Coffe, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Rabu (26/6/2019).

Karena itu, kata Adipati, ia bersama sutradara Richard Oh harus berdiskusi panjang untuk mematangkan dialog yang diambil dari karya sastra. Jangan sampai, kata Adipati, penafsirannya berbeda.

"Kami pikirin mau jadi apa. Bahasa dari dialog seperti apa. Bahasanya kan itu sastra dan panjang banget," ujar Adipati," kata dia.

Baca juga: Tantangan Adipati Dolken Perankan Tokoh Kasino di Warkop DKI Reborn

"Terus konten dan karakter yang mau disampaikan seperti apa, beratnya di situ," sambung Adipati.

Sementara itu, Richard mengatakan bahwa ia juga merasakan beban menggarap film tersebut.

"Tentu saja beban dan menjadi tanggung jawab. Saya harus menangkap jiwa Pram dalam perjuangan dia dan hidup dia," kata Richard.

Film Perburuan mengisahkan tentang Hardo (Adipati Dolken). Hardo adalah tentara PETA yang menjadi buruan tentara Jepang.

Cerita tersebut diambil berdasarkan novel legendaris karya Pramoedya Ananta Toer yang berjudul Perburuan. Novel yang diterbitkan pada 1950 itu sudah dicetak 8 kali dan dialihkan ke dalam 12 bahasa di dunia.

Selain Adipati sejumlah pemain yang terlibat adalah Ayushita sebagai Ningsih, Ernest Samudra sebagai Dipo, Khiva Ishak sebagai Karmin, dan Michael Kho sebagai Shidokan.

Baca juga: Adipati Dolken Siapkan Rumah Impian untuk Istrinya Kelak



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X