Pablo Benua Sebut Video Galih Ginanjar di Akun YouTube Tidak Diedit

Kompas.com - 02/07/2019, 21:41 WIB
Pablo Benua dan Rey Utami saat ditemui di Dit Reskrimsus Polda Metro Jaya, Jakarta Pusat, Selasa (2/7/2019). KOMPAS.com/DIAN REINIS KUMAMPUNG Pablo Benua dan Rey Utami saat ditemui di Dit Reskrimsus Polda Metro Jaya, Jakarta Pusat, Selasa (2/7/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Adanya konten asusila yang diucapkan Galih Ginanjar terkait Fairuz A. Rafiq diakui oleh pemilik akun YouTube, Pablo Benua sebagai konten yang dibuat tanpa proses editing.

"Dari manajemen kita, dari awal mewawancarai bahwa itu di dalam video apa yang lo mau sampaikan, ya sampaikan. Yang enggak mau lo sampaikan, enggak usah. Karena video kita selalu no editing. Itu selalu. Boleh dicek deh," kata Pablo saat ditemui di Dit Reskrimsus Polda Metro Jaya, Jakarta Pusat, Selasa (2/7/2019).

Pablo menambahkan, proses rekaman untuk konten itu dilakukan secara langsung.

"Semua langsung kita tayangkan apa adanya. Enggak ada (skenario)," ujar Pablo.

Baca juga: Rey Utami dan Pablo Benua Ingin Laporkan Fairuz, Farhat Abbas Bilang Tunggu Dulu

Suami Rey Utami ini menambahkan, konten itu tercipta saar Galih dan Kumala berkunjung ke kediamannya.

"Dan harus diingat bahwa yang datengin kami adalah Galih dan Kumala. Bukan kita yang datengin mereka. Mereka yang ke tempat kita," kata Pablo.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sedangkan kedatangan Galih dan Kumala merupakan undangan dari Pablo.

"Oh iya dong (undangan). Siapa pun yang ke tempat kita enggak diundang mah diusir. Diundang sebagai teman buat ngunjungi kita. Mau nge-vlog boleh, mau ngapain boleh," kata Pablo.

Baca juga: Pablo Benua dan Rey Utami Bingung Dilaporkan Fairuz ke Polisi

Sebelumnya, dalam akun YouTube milik Rey dan Pablo, Galih membeberkan beberapa hal tentang Fairuz.

Dalam akun YouTube tersebut, Galih menyebarkan kalimat tidak senonoh kepada Fairuz, salah satunya, bau ikan asin.

Atas hinaan ini, Fairuz dan keluarga telah melaporkan Galih Ginanjar, Rey Utami, dan Pablo Benua ke Polda Metro Jaya. Laporan Fairuz diterima dengan nomor LP /3914/7/2019/PMJ/DITRESKRIMSUS tanggal 1 Juli 2019.

Ketiganya dilaporkan atas tuduhan melanggar Pasal 27 ayat (1) junto Pasal 45 ayat (1) atau Pasal 27 ayat (3) junto Pasal 45 ayat (1) UU RI Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.