Seni Nusantara Rasa Broadway

Kompas.com - 22/07/2019, 08:18 WIB
Pertunjukan Eki Update 4.1, Gedung Kesenian Jakarta 18 Juli 2019. Kompas.com/Jodhi YudonoPertunjukan Eki Update 4.1, Gedung Kesenian Jakarta 18 Juli 2019.
Penulis Jodhi Yudono
|

JAKARTA, KOMPAS.com--Bayangkan ketika lagu Frank Sinatra dan Nancy Sinatra yang berjudul Something Stupid mengalun bersambung dengan hits dari Hetty Koes Endang yang berjudul Merinding Bulu Romaku.

Aransemen yang cantik membuat paduan tersebut mengalun dengan pas dan terasa melebur. Sangat memikat mata lantaran para penampil menyanyikan sambil menari dalam rampak koreografi yang dinamis.

Itulah secuplik sajian dari EKI Update 4.1 persembahan EKI Dance Company. Juga ada sebuah kolaborasi tari-vokal yang mengharukan yang dibawakan bersama insan istimewa dari Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC)-Cerebral Palsy Centre Jakarta.

Sentuhan tari tradisional berakar dari tari Melayu, Rampak Berbhinneka, juga tampil memikat malam itu. Tarian yang sangat energik dari para milenial yang tergabung dalam EKI on Call dalam karya yang bertema sport, sangat menyegarkan panggung Gedung Kesenian Jakarta.

Mini musikal Ada Apa dengan Sinta juga memadukan berbagai hal demi menghibur penonton. Mini musikal ini menjadi pameran keunggulan potensi EKI Dance Company yang tahun depan berusia 25 tahun sebagai grup yang konsisten memainkan tari, lagu dan seni peran dalam satu sajian. Tampilan tersebut ditingkahi bahasa dan isu yang khas Indonesia.

EKI Dance Company sendiri mengusung tema #Broadway nya Indonesia dalam EKI Updae 4.1" ini.

Dengan akar komedi dari teater rakyat Nusantara, kami menampilkannya dengan sentuhan artistik dan pemanggungan Broadway yang telah menjadi acuan standar musikal dunia. EKI membalut cerita orisinil yang berangkat dari fenomena dalam masyarakat Indonesia ini dengan sastra dan musik milenial. Jadilah #BroadwaynyaIndonesia yang kami harapkan suatu hari nanti bisa mendunia.

Hal yang menonjol lainnya adalah unsur komedi yang bertebaran sepanjang pertunjukan. Mulai dari dialog, gestur, maupun pola tingkah laku para pemain. Lelucon yang dilemparkan berhasil dicerna penonton hingga selalu terasa suasana malam itu pecah dengan tawa beberapa kali.

Menghadirkan dua orang MC untuk mewawancara para produser, serta mengajak para penonton untuk main games ala Berpacu dalam Melodi, sepertinya EKI Update 4.1 diniati untuk menghibur penonton/

Hal tersebut menebalkan EKI Update 4.1 yang membawa penonton untuk menyaksikan seni Nusantara yang kaya dengan berbagai perpaduan dengan rasa 'Broadway'.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X