Lewat Wu Assassins, Iko Uwais Pamer Kekuatan 1.000 Biksu

Kompas.com - 26/07/2019, 09:45 WIB
Iko Uwais berpose saat wawancara khusus bersama Kompas.com di Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (25/6/2019). Kompas.com/Tri Susanto SetiawanIko Uwais berpose saat wawancara khusus bersama Kompas.com di Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (25/6/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Platform streaming video on-demand (VoD), Netfilix, meluncurkan trailer serial original Wu Assassins yang dibintangi oleh aktor laga asal Indonesia, Iko Uwais.

Trailer berdurasi 2 menit 7 detik tersebut dibuka dengan plot masa lampau. Di mana di zaman Wu, para panglima perang Wu kerap membawa penderitaan dan kematian.

1.000 biksu pun berkorban untuk mendaulatkan yang terpilih "avatar" untuk menghentikan kekejian para panglima.

Adegan melompat ke era modern. Iko yang memerankan karakter bernama Kai Jin dihampiri seorang wanita, yakni Ying Ying (Celia Au).

Baca juga: Stuber yang Dibintangi Iko Uwais Jadi Film Rating R Pertama Disney Setelah Bertahun-tahun

"Aku mencarimu, Kai," kata Ying Ying yang kemudian memberikan lempengan kuno dengan tulisan aksara China.

Seketika, lempengan kuno tersebut mengeluarkan sebuah kekuatan yang merasuk ke dalam diri Kai. Kai yang merupakan seorang koki lantas jago bela diri.

Kai pun mempunyai tugas untuk memberantas kejahatan di kawasan pecinan di San Francisco, Amerika Serikat, yang diawasi oleh kelompok Triad.

Kelompok yang dihuni oleh lima penjahat modern, seakan-akan reinkarnasi para jenderal Wu itu mengejar kekuatan kuno mematikan yang dikenal sebagai "Wu Xing".

Baca juga: Iko Uwais: Adegan Laga Film Hollywood Mulai Berkiblat pada Indonesia

Di sinilah peran Kai menjadi pembunuh Wu. Saat adegan bertarung, Kai kadang menjadi avatar masa lampau yang karakternya dimainkan oleh aktor Mark Dacascos.

Selain Iko Uwais, Wu Assassins juga dibintangi oleh Byron Mann, Li Jun Li, Celia Au, Lewis Tan, Lawrence Kao, Tommy Flanagan, Katheryn Winnick, Tzi Ma, JuJu Chan, Summer Glau, Robin McLeavy, dan Travis Caldwell.

Serial ini dibuat oleh John Wirt dan Tony Krantz, serta didampingi oleh Stephen Fung, Michael Frislev, dan Chad Oakes sebagai produser eksekutif.

Adapun, serial ini terdiri dari 10 episode dan akan ditayangkan di Netflix mulai 8 Agustus 2019.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Budaya
Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Budaya
Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Seleb
Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Musik
Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

BrandzView
komentar di artikel lainnya
Close Ads X