Senin, Kimi Hime Dijadwalkan Bertemu Kominfo Bahas Video Vulgar

Kompas.com - 26/07/2019, 20:18 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Ferdinandus Setu mengatakan, YouTubers Kimberly Khoe alias Kimi Hime (29) sudah membalas surat pemanggilan yang dilayangkan Kominfo.

Ferdinan mengatakan, surat yang dilayangkan sejak Senin (22/7/2019) dibalas oleh orang yang mengaku sebagai kuasa hukum Kime.

"Sudah ada komunikasi dengan yang mengaku sebagai kuasa hukumnya. Janji bertemu hari Senin," kata Ferdinan saat dihubungi Kompas.com, Jumat sore (26/7/2019).

Baca juga: Layakkah Kominfo Suspend Video Kimi Hime yang Dianggap Vulgar?

Namun, lanjut Ferdinan, pihaknya belum mendapatkan kepastian dari kuasa hukum Kimi apakah yang bersangkutan akan hadir hari Senin atau tidak.

"Apakah nanti yang bertemu kuasa hukumnya atau Kimi Hime, ini yang belum clear. Tapi, kami tetap minta kuasa hukumnya bersama Kimi Hime berbarengan hari Senin hadir," kata Ferdinan.

Dalam pertemuan nanti, kata Ferdinan, Kemkominfo akan menjelaskan alasan men-suspend tiga konten Kimi di YouTube.

Baca juga: Konten YouTube-nya Dinilai Vulgar, Kimi Hime Gusar hingga Mengadu ke Jokowi

"Kami akan menyampaikan alasan kami men-suspend 3 konten, menyampaikan hal-hal terkait regulasi di Indonesia, kami sampaikan bahwa yang kami lakukan kepada Kimi Hime bukan pertama kali," kata dia.

Ferdinan berujar, Kominfo dulu pernah memanggil dan meminta selebgram Awkarin dan Anya Geraldin untuk mengubah jenis konten mereka.

Setelah itu, keduanya tetap eksis dengan konten yang mulai positif dan tidak sevulgar dulu.

"Sekarang juga mereka masih eksis. Soal itu yang kami sampaikan. Jadi, Kimi Hime tetap melakukan posting-an kontennya, tapi dengan menyesuaikan dengan regulasi di Indonesia," kata dia.

Sebelumnya, Kemenkominfo telah men-suspend tiga konten dan membatasi enam konten secara umur di atas usia 18 tahun.

Langkah tersebut diambil lantaran konten yang dibuat Kimi Hime dinilai sangat vulgar.

"Berdasarkan profiling kami sudah melanggar kesusilaan. Di mana beberapa konten dia melakukan missleading thumbnail, thumbnail-nya dibikin unik bahasa-bahasanya sehingga membuat orang dapat berfantasi," ujar Ferdinan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.