Jatuh Bangun Ria Ricis Jadi YouTuber, Rela Begadang dan Gonta-ganti Baju

Kompas.com - 27/07/2019, 18:33 WIB
Ria Ricis saat dijumpai di Metropolitan Mall, Cileungsi, Jawa Barat, Minggu (7(7/2019). Kompas.com/Tri Susanto SetiawanRia Ricis saat dijumpai di Metropolitan Mall, Cileungsi, Jawa Barat, Minggu (7(7/2019).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - YouTuber Ria Ricis secara tiba-tiba memutuskan untuk pamit dari dunia YouTube yang telah membuatnya dikenal luas oleh warganet.

Kesuksesannya sebagai YouTuber berbuah pada hampir 16 juta subscribers dan meraih Diamond Play Button dari pihak YouTube.

Dalam video berjudul "SAYA PAMIT. 24 JAM HAPUS" yang diunggah pada Sabtu (27/7/2019). Ria menceritakan bagaimana perjuangannya itu.

Baca juga: Unggah Video Berpamitan, Ria Ricis Nyatakan Mundur Jadi YouTuber?

"Saya mulai (jadi selebgram) dari tahun 2013-an, masuk 2014, mungkin, aku lupa persisnya. Dan mulai main YouTube 2015," ucap Ria.

Menurut adik Oki Setiana Dewi ini, perjalanannya tak seinstan yang dibayangkan banyak orang. Jalan berliku dan penuh tantangan kreativitas harus dihadapinya.

"Tapi teman-teman tahu enggak di kesingkatan itu ada kerja keras yang enggak kalian lihat sebelumnya. Ya, aku enggak mau kasih lihat orang kalau ini loh kerja keras aku, rahasia dapur, susah sedih, nangis biar aku yang tahu. tapi buat kalian aku pengin selalu terlihat ceria," ucapnya lirih.

Baca juga: Unggah Vlog Terakhir, Ria Ricis: No Drama!

YouTuber Ria Ricis membuat vlog terakhirnya dalam akun YouTube Ricis Official. Tangkapan layar YouTube Ricis Official YouTuber Ria Ricis membuat vlog terakhirnya dalam akun YouTube Ricis Official.

"Tapi bahkan kalian tahu enggak sih dari tahun 2015 itu sampai subscribers aku masuk ke delapan juta, itu ngedit sendiri, megang kamera sendiri, bikin konten sendiri, nyari ide sendiri, bacain komen sampe ketemu ide video sendiri," sambungnya.

Bahkan, Ria rela menguras banyak waktu, tenaga dan pikirannya agar berbuah manis sebagai YouTuber.

"Aku ingat banget pernah ngedit tengah malam, padahal aku sudah capek banget seharian, syuting TV ia, off air juga, keluar kota ia, waktu endorse bergonta-ganti baju pun iya, sempat-sempatin nge-vlog dan malamnya ngedit sendiri pun iya. Dan di tengah malam ngedit itu mulai jam setengah 2 sampai jam setengah 5an gitu," tuturnya.

Baca juga: Usia 24 Tahun, Ria Ricis Akan Lebih Serius soal Hubungan Asmara

Tapi apa daya, Ria harus menyanggupi semua tantangan itu agar mimpinya terjawab.

"Aku cuci muka dengan air yang sangat banyak dan sangat dingin gimana caranya supaya enggak ngantuk. 'ayo jangan ngantuk ricis, kerja keras, kerja keras' dan Allah akhirnya memberikan hasil kepada orang yang bekerja keras hasilnya tidak akan pernah berkhianat," ucapnya.

Waktu demi waktu berlalu, Ria mengatakan, apa yang susah payah ia lakukan kini tak sia-sia. Ia dikenal sebagai YouTuber ternama dengan belasan juta pengikut setia.

Baca juga: Ria Ricis Pernah Minta Pindah Sekolah karena Sering Dibuli

Tapi apa daya, Ria merasa ada beberapa hal yang tak bisa ia ungkap yang akhirnya membuat ia harus pamit sebagai YouTuber.

"Jadi mungkin keputusan ini yang terakhir akan menjadi keputusan terbulatku. Aku mohon maaf kalau misalnya aku ada salah," imbuhnya.

Sejauh ini, video tersebut telah ditonton sebanyak 693,765 kali dan mendapat 135 ribu like.

Diketahui, Ria Ricis adalah salah satu Youtuber terbanyak di Indonesia dengan raihan 15,9 juta subscribers.

Dengan unggahan video pamitan itu, banyak yang bertanya-tanya tentang kepergian Ria dari dunia YouTube.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X