Sedih, 28 Ikan dan 1 Bintang Laut Lucky Hakim Mati Saat Listrik Padam

Kompas.com - 07/08/2019, 14:42 WIB
Ikan hingga bintang laut Lucky Hakim mati akibat pemadaman listrik Jabodetabek beberapa saat yang lalu. Tangkapan layar kanal YouTube Lucky HakimIkan hingga bintang laut Lucky Hakim mati akibat pemadaman listrik Jabodetabek beberapa saat yang lalu.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Padamnya listrik Jabodetabek dan sebagian wilayah Jawa-Bali yang terjadi pada Minggu (4/8/2019) membuat aktivitas masyarakat sangat mengganggu.

Tak hanya berpengaruh pada aktivitas warga, padamnya listrik selama lebih dari 7 jam itu ternyata menimbulkan hal-hal tak terduga. Seperti yang dialami artis peran Lucky Hakim misalnya. Akibat listrik padam, ikan hingga bintang laut peliharaannya mati.

Lucky menceritakan kisahnya dalam sebuah video yang diunggah di kanal YouTube Lucky Hakim Official yang diunggah pada Minggu.

Baca juga: Listrik Padam, Selebritas Mengungsi ke Hotel hingga Bisnis Merugi

"Pemadaman listrik yang cukup lama (lama banget sih) tanggal 04 agustus begitu tiba-tiba dan di luar dugaan berakibat banyak hal terjadi, dimulai dari sulit komunikasi sampai tragedi kematian banyak ikan-ikan di salah satu aquarium saya. Nasib oh nasib. Semoga tidak terjadi lagi dan saya bisa lebih antisipatif lagi kedepannya. Innalillahi wa inna illaihi roji'un," tulis Lucky dalam unggahannya tersebut.

Dalam video tersebut, Lucky dan asistennya tampak memungut ikan-ikan yang mati dari dalam sebuah aquarium yang berukuran besar. 

Menurut Lucky, akibat padamnya listrik tersebut aerator aquarium tak berfungsi sehingga menyebabkan ikan-ikannya kehabisan napas.

Ikan hingga bintang laut Lucky Hakim mati akibat pemadaman listrik Jabodetabek beberapa saat yang lalu.Tangkapan layar kanal YouTube Lucky Hakim Ikan hingga bintang laut Lucky Hakim mati akibat pemadaman listrik Jabodetabek beberapa saat yang lalu.

"Hallo sahabat, lagi-lagi hari ini ada berita duka cita lagi. Gara-gara mati lampu ikan saya mati juga. Jadi aquarium saya ada banyak banget. Ada satu yang kecolongan enggak pakai aerator, gelembung udara," sebut Lucky.

"Gara-gara enggak pakai itu terus mati lampunya kelamaan. Ada kali 7 jam atau 8 jam, saya juga enggak ngerti. Saya lagi pergi keluar Jakarta, jadi mati semua nih ikan saya. Kecuali yang selamat cuma dua ekor, eh tiga," lanjutnya.

Lucky kemudaian menghitung ikan-ikan yang mati tersebut. Ternyata ada 28 ekor ikan dan seekor bintang laut yang mati.

Baca juga: Imbas Padamnya Listrik, Cukur Manual hingga Ikan Hias Mati

Menurutnya, saat listrik padam ia tak bisa berkomunikasi dengan asistennya yang berada di Jakarta karena kendala jaringan telepon dan internet. Sehingga ia mengaku sangat terkejut melihat kondisi ikan-ikannya saat tiba di Jakarta.

"Kayaknya yang ngalamin ini bukan cuma saya doang, pasti banyak yang ngalamin kayak gini," sebutnya.

"Terus nasibnya (ikan) gimana ya. Ya paling saya goreng sih. Kan ini kan juga ikan kue apa ya, ikan yang biasa di ikan bakar, cuma masih terlalu kecil. Paling digoreng. Paling bisa menyatu sama saya begitu," tambahnya.

Ia berharap di kemudian hari kejadian serupa tak akan terjadi lagi.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Budaya
Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Budaya
Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Seleb
Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Musik
Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

BrandzView
komentar di artikel lainnya
Close Ads X