Iqbaal Perankan Minke di Bumi Manusia, Hanung: Come On..

Kompas.com - 15/08/2019, 06:41 WIB
Artis peran Iqbaal Ramadhan sebagai Minke dalam film Bumi Manusia. Film produksi Falcon Picture itu disutradarai oleh Hanung Bramantyo. Instagram/Hanung BramantyoArtis peran Iqbaal Ramadhan sebagai Minke dalam film Bumi Manusia. Film produksi Falcon Picture itu disutradarai oleh Hanung Bramantyo.


KOMPAS.com - Sutradara film Bumi Manusia, Hanung Bramantyo semula sempat meragukan Iqbaal Ramadhan untuk memerankan Minke, tokoh utama Bumi Manusia.

Akan tetapi, film Dilan membuatnya terkesan kepada sosok Iqbaal. Menurutnya, Iqbaal mampu mengeluarkan rayuan gombal tanpa ada kesan picisan.

Setelah mengetahui bahwa Iqbaal pernah menulis resensi novel Bumi Manusia saat di Kanada, Hanung tak berpikir panjang untuk menyetujui Iqbaal memerankan Minke.

Pemilihan Iqbaal sebagai pemeran Minke tersebut membuat Falcon Pictures, termasuk Hanung mendapat banyak pertentangan.

"Saya sama lah kaya kalian semua. Oh come on, Dilan main jadi Minke? Come on," kata Hanung seperti diberitakan Kompas.com (14/8/2019).

Selain Iqbaal, film Bumi Manusia ini juga diperankan oleh beberapa artis yang usianya masih tergolong remaja.

Baca juga: Sutradarai Film Bumi Manusia, Hanung: Ini Ibadah

Pramoedya Ananta Toer, sastrawan yang dipenjara di Pulau Buru sekitar tahun 1977, menyelesaikan karya-karyanya dengan sebuah mesin tik tua. KOMPAS/SINDHUNATA Pramoedya Ananta Toer, sastrawan yang dipenjara di Pulau Buru sekitar tahun 1977, menyelesaikan karya-karyanya dengan sebuah mesin tik tua.

Tak hanya itu, 60 persen pemain film Bumi Manusia merupakan keturunan Belanda. Kendati demikian, mereka sudah membaca novel Bumi Manusia di bangku sekolah.

Hanung menyebutkan, kesulitan yang muncul justru dihadapi oleh pemeran lokal.

Kehidupan di era milenial yang serba enak berbanding terbalik dengan latar film yang mengangkat kehidupan di tahun 1989 hingga 1918 tersebut.

Dalam proses adaptasi novel Bumi Manusia menjadi film, Hanung mengaku tidak menemui kesulitan berarti.

Hanung tidak perlu merombak struktur cerita maupun alurnya. Menurutnya, Pram seolah-olah telah merancang Bumi Manusia untuk diadaptasi ke dalam bentuk lain.

"Pak Pram itu saya enggak tahu belajar dari mana jadi penulis. Saya baca Bumi Manusia ternyata Pak Pram menggunakan struktur tiga babak, yang digunakan seluruh dunia," ucap Hanung.

Baca juga: Pram dan Pulau Buru, Tempat Lahirnya Bumi Manusia

Adegan Anelis (Mawar de Jongh) dan Minke (Iqbaal Ramadhan) dalam film Bumi Manusia.DOK. FALCON PICTURES Adegan Anelis (Mawar de Jongh) dan Minke (Iqbaal Ramadhan) dalam film Bumi Manusia.

Hal ini yang membedakan Pram dengan novelis sekarang. Bagi Hanung, novel-novel masa kini kebanyakan berisikan curhat yang justru menjadi sulit untuk diadaptasi ke dalam film.

Hanung bersyukur, saat ini karya-karya Pram masih bisa dinikmati oleh generasi muda secara bebas, bahkan dirayakan.

Hal itu ia rasakan saat peluncuran poster film Bumi Manusia di Jakarta pada 19 Juni 2019.

Hanung sampai menangis sesenggukan melihat para remaja bersorak gembira.

"Kalau Pak Pram di sini, nangis dia. Dia kan menulis dari bungkus rokok di penjara dan diselundupkan naskah itu. Makanya kalau sekarang dirayakan mungkin memang jalannya Tuhan seperti itu," ungkap Hanung.

Seperti diketahui, film Bumi Manusia akan tayang di bioskop seluruh Indonesia pada Kamis (15/8).

(Sumber: Kompas.com/Nibras Nada Nailufar)

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X