Pro Kontra Gaya Rambut Cornrow Agnez Mo

Kompas.com - 16/08/2019, 17:42 WIB
Tangkapan layar akun instagram Agnez Mo Tangkapan layar akun instagram Agnez MoTangkapan layar akun instagram Agnez Mo
|

JAKARTA, KOMPAS,com - Penyanyi Agnes Monica Muljoto atau yang lebih dikenal dengan nama panggung Agnez Mo mengubah gaya rambutnya menjadi cornrow.

Agnes mengepang rambutnya kecil-kecil dari pangkal hingga ujung. Dalam unggahannya di akun Instagram @agnesmo pada Senin (12/8/2019), Agnes menyebut gaya rambut pribadinya tersebut terispirasi dari budaya anyam rambut masyarakat Papua.

Gaya rambut terbaru Agnez Mo kemudian ramai diperbincangkan di media sosial. Ada yang pro dan kontra dengan gaya cornrow tersebut. Salah satu yang kontra disampaikan Riyan Wahyudi melalui akun twitter pribadinya, @riyanwahyudin pada Selasa (13/8/2019).

Baca juga: Penampilan Agnez Mo Bergaya Rambut Cornrow, Terinspirasi Wanita Papua

Dalam sebuah thread, Ryan menyebut gaya rambut Agnez ini termsuk isu sensitif di Amerika, tempatnya kini tinggal. Berikut penggalan thread  Ryan.

"Pertama soal pilihan rambut cornrow ini. Isu rambut cornrow lumayan sensitif di amrik yg lagi tinggi tingkat sensinya soal cultural appropriation. Dari Kim K, Katy Perry, hingga Ariana Grande sudah pernah kena kecaman karena mengadaptasi gaya yg khas dengan kaum afrika-amerika.

Okay bilanglah benar kalau gaya rambut cornrow ini tribut Agnez untuk masyakat timur Indonesia, tapi apakah alasannya bakal believeable kalau overall style Agnez nanti ujug-ujugnya bergaya hip-hop yg akarnya itu dari orang kulit hitam amrik.

Jadi mungkin kalau Agnez mau memenangkan hati rakyat amrik, apakah gak sebaiknya menghindari pilihan gaya yg kontroversial di sana? Masih banyak pilihan lain kan. Toh Agnez cantik dan confident, gaya apa aja masih masuklah," tulis Ryan.

Tak hanya Ryan, kritik terhadap gaya rambut Agnez ini juga disampaikan oleh pemilik akun twitter lainnya.

"Karena di amrik sana, banyak kasus orang-orang yang kebudayaannya ada cornrow dianggep ga profesional gara-gara pake cornrow. Giliran orang lain yang budayanya ga ada cornrow pake cornrow ok ok aja, gimana mereka ga kesel," tulis pemilik akun @baebyjane.

"dont forget the hair. this kind of hairstyle is such a sensitive topics in us," tulis pemilik akun @akawanpi.

Baca juga: Dituding Tanam Benang oleh Warganet, Agnez Mo Beri Jawaban Kocak

Meski demikian, di tengah derasnya kritik terhadap model rambut Agnez, ada juga warganet yang mendukung bahkan memuji upaya Agnez mempromosikan budaya lokal. 

"Tetep aja mau lo bilang agnes abcd dia tetep lebih berhasil ketimbang lo yg cuma bisa kritik pedes. Ambil nilai positifnya aja si gak bisa emang? Tujuan lo bikin tweet kaya gini biar apa? Biar agnes jelek? Sorry she still stunning ya drpd lo yg cuma bisa ngetweet gini hhh," tulis pemilik akun @Alkupra.

"Entah krn aq yg gk terlalu suka dikotak2kan krn ras/etnis, atau jengah liat kek ginian di tahun 2019. Aq rasa lebay banget dah sampe berlarut-larut. Toh papua juga Indonesia. Kalau km bilang itu "It's still not your culture", itu berasa bahwa papua kek bkn Indonesia," tulis pemilik akun @Alkupra.

Hingga berita ini diturunkan, Agnez Mo belum memberikan tanggapannya terkait kontroversi yang timbul akibat model rambut barunya tersebut.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X