5 Fakta Bioskop XXI TIM Tutup Permanen Hari Ini

Kompas.com - 19/08/2019, 09:30 WIB
Suasana XXI TIM, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu malam (18/8/2019) pada hari terakhir operasional. Kompas.com/Tri Susanto SetiawanSuasana XXI TIM, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu malam (18/8/2019) pada hari terakhir operasional.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kabar penutupan bioskop XXI yang berada di area Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat mengagetkan banyak pihak.

Pasalnya, bioskop yang dikenal menjual tiket lebih murah ketimbang gedung bioskop XXI lainnya itu sudah lama menjadi salah satu pusat keramaian di area TIM.

Namun, karena rencana Pemprov DKI Jakarta, gedung bioskop tersebut harus segera dibongkar. Berikut faktanya.

1. Rencana revitalisasi

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM) di Cikini, Jakarta Pusat, pada Rabu (3/7/2019) lalu.

Rencana ini merupakan niatan menjadikan lokasi tersebut sebagai pusat kebudayaan dunia, termasuk gedung bioskop XXI yang bersebelahan dengan gedung teater Graha Bakti Budaya.

Baca juga: Bioskop XXI Taman Ismail Marzuki Tutup, Ini Penyebabnya

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Karena ada revitalisasi dari TIM-nya sendiri kan. Bangunan yang akan direnovasi dan didesain. Seluruh kompleks," kata Corporate Communications CINEMA XXI, Catherine Keng, saat dihubungi Kompas.com, Minggu (18/7/2019).

2. Resmi ditutup per Senin (19/8/2019)

Bioskop XXI TIM resmi ditutup per hari Senin (19/8/2019) dan seterusnya. Nantinya, area bioskop itu akan menjadi bagian dari gedung teater Graha Bakti Budaya yang akan diperluas agar bisa menampung 2.000 tempat duduk.

"Pengumuman bioskop tutup dipasang Sabtu (17/8/2019) kemarin," kata Yuni, petugas loket tiket kepada Kompas.com, Minggu malam.

3. Putar empat film

Sebelum resmi ditutup, bioskop XXI TIM masih memutar beberapa film, yakni di antaranya adalah Film-film tersebut adalah Bumi Manusia, Perburuan, Wedding Agreement, dan Scary Stories to Tell ini the Dark.

Suasana XXI TIM, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu malam (18/8/2019) pada hari terakhir operasional.Kompas.com/Tri Susanto Setiawan Suasana XXI TIM, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu malam (18/8/2019) pada hari terakhir operasional.

4. Karyawan akan dipindahkan

Sebanyak kurang lebih 13 karyawan dari berbagai bidang di bioskop XXI TIM sudah mulai berkemas sejak beberapa hari lalu. Yuni dan pegawai lainnya nantinya dipindahkan ke bioskop lain.

"Kami akan dipencarkan. Ini katanya mau dijadikan gedung kesenian," kata Yuni.

Baca juga: Hari Terakhir Sebelum Tutup, TIM XXI Jadi Ajang Foto-foto

5. Banyak yang menyayangkan

Tutupnya bioskop tersebut membuat banyak orang yang sering mengunjungi turut menyayangkan.

Salah satunya, Gunawan, yang menonton bersama kekasihnya, Nadila.

"Menyayangkan sekali sih karena ini, kan, tempatnya sangat dekat sekali dari rumah saya," kata Gunawan yang menonton film Scary Stories to Tell ini the Dark pada jam terakhir, pada Minggu (18/8/2019) hari terakhir bioskop beroperasi.

Pendapat senada disampaikan Ruth Stephanie (28). Ia merasa sedih atas tutupnya XXI TIM.

"Gua sedih. Karena selain harga yang lebih murah, XXI TIM juga tayangin film-film yang enggak setiap XXI mau tayangin," kata Ruth

TIM XXI berada di antara pusat kegiatan kesenian dan budaya yang berada di kompleks gedung teater TIM dan juga pusat pameran beserta galeri-galerinya.

XXI juga berdiri berdampingan dengan Institut Kesenian Jakarta dan Planetarium Jakarta.

Kegiatan revitalisasi berfokus pada sejumlah perbaikan gedung seperti gedung teater yang sebelumnya sering bocor, gedung Graha Bakti Budaya dengan perbaikan pada plafon dan restroom.

Masjid Amir Hamzah yang ada di dalam lokasi itu juga akan dibangun kembali. Lalu ada juga pembuatan situs web TIM yang lebih interaktif, revitalisasi kios kuliner dan penyusunam buku standar operasional pemeliharaan dan perawatan gedung teater. Revitalisasi dalam dua tahap.

Sejumlah fasilitas baru mereka bangun seperti Plaza Graha Bhakti Budaya, masjid Amir Hamzah, hotel, pusat kuliner, galeri seni, gedung perpustakaan dan pos pemadam kebakaran.

Pemprov juga membangun lahan terbuka tempat masyarakat berkumpul di bagian depan TIM.

Pada rencana pembangunan tahap dua, pemprov akan membangun asrama seni budaya, theater arena, dan sejumlah renovasi pada gedung planetarium, dan graha bhakti budaya.

Total, biaya yang dibutuhkan untuk TIM yang sudah berdiri sejak tahun 1968 itu menelan biaya sebesar Rp 1,8 triliun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.