Ingin Dicintai Masyarakat, Mabes Polri Gelar Police Movie Festival

Kompas.com - 20/08/2019, 11:25 WIB
Police Movie Festival 2019 kembali digelar dalam jumpa pers di Lounge XXI Plaza Senayan, Jakarta, Senin malam (19/8/2019). Kompas.com/Tri Susanto SetiawanPolice Movie Festival 2019 kembali digelar dalam jumpa pers di Lounge XXI Plaza Senayan, Jakarta, Senin malam (19/8/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Police Movie Festival kembali digelar untuk yang keenam kalinya. Festival tersebut dibuat Polisi Republik Indonesia (Polri) melalui Divisi Humas Mabes Polri.

Mengangkat tema "Together We are Stong", festival ini selenggarakan Polri dengan tujuan untuk meraih rasa cinta masyarakat terhadap kepolisian.

"Tahun ini digelar PMF 2019, kami ingin dapat rasa cinta dan restu masyarakat. Rasa cinta kepada kepolisian itu adalah goals kami," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal dalam jumpa pers di Lounge XXI Plaza Senayan, Jakarta, Senin (19/8/2019) malam.

Baca juga: Chiccko Jerikho dan Anggy Umbara Jadi Juri Police Movie Festival 5

Dalam PMF keenam, akan ada dua kategori yang diperlombakan.

Kategori tersebut adalah film pendek dengan durasi lima hingga tujuh menit dan film animasi berdurasi maksimal tiga menit.

Batas terakhir untuk mengumpulkan film pada 1 Oktober 2019. Setelah melalui serangkaian pengumuman 50 besar dan 30 besar, pada 20 Oktober 2019 akan diumumkan 10 besar untuk diuji kembali demi mendapatkan hadiah pemenang sebesar Rp 150 juta.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Police Movie Festival Kembali Digelar

Film-film para peserta akan dinilai oleh para ahli di bidangnya.

Dewan jurinya adalah sutradara Monty Tiwa, artis peran Chicco Jerikho, Rio Dewanto, dan Prilly Latuconsina.

Selain itu, dari sisi animasi, akan dinilai oleh Wahyu Aditya yang dikenal sebagai animator profesional Indonesia.

Mewakili dewan juri, Monty Tiwa, mengatakan, selain sisi teknis yang harus mumpuni, faktor yang lebih penting adalah story telling.

"Yang penting bagi kami sebagai juri itu adalah story telling. Teknis nonton YouTube atau lainnya bisa, peralatan kamera sudah canggih. Bagaimana story telling itu, gimana mengungkapkan pendapat," kata Monty Tiwa.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.