Garda Satwa Kecam Video Makan Gurita Hidup Ria Ricis

Kompas.com - 01/09/2019, 07:02 WIB
Tangkapan layar kanal YouTube Ricis Official. YouTube/Ricis OfficialTangkapan layar kanal YouTube Ricis Official.
|
Editor Kistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com - YouTuber Ria Ricis kembali menjadi perbincangan publik setelah mengunggah video berjudul "PERTAMA KALI MAKAN GURITA Hidup! MUKBANG KOREA tersiksa!" pada 22 Agustus 2019.

Video tersebut mendapat kritik keras dari komunitas pencinta hewan, Garda Satwa.

Dalam video berdurasi 10 menit dan 36 detik tersebut Ria Ricis bersama timnya mengaku tengah berada di Korea dan akan mencoba makanan ekstrem, gurita hidup.

Tampak beberapa ekor gurita utuh ditempatkan dalam sebuah baskom. Gurita tersebut masih tampak bergerak saat Ricis dan tim akan memakannya.

Berulang kali Ricis dan tim menyebut bahwa gurita tersebut memang masih hidup.

Di akhir video, tim Ricis memotong-motong gurita tersebut dan memasaknya.

"Ini sih gurita yang tadi kita makan hidup-hidup udah jadi makanan," sebut Ricis.

Dalam akun Instagram @gardasatwafoundation, Garda Satwa menyebut video Ria Ricis tersebut dideteksi oleh Facebook sebagai konten yang mengandung kekerasan.

"Harusnya seorang influencer yang followersnya jutaan tau yah rules dalam membuat konten, salah satunya tidak boleh membuat konten yang mengandung kekerasan. Bisa ditarik adsensenya oleh youtube jika direport oleh orang banyak," demikian penggalan keterangan dalam unggahan Garda Satwa, Jumat (30/8/2019).

"Harusnya @riaricis1795 juga tahu bahwa video ini mendapat kritik pedas di Facebook dari penggemarnya sendiri, mulai dari kritik mengenai adab dan norma, sampai ke akidah agama," lanjutnya.

Menurut Garda Satwa, memakan hewan hidup-hidup itu kejam dan tidak beradab, meskipun hewan yang dimakan adalah hewan untuk dikonsumsi.

"Mau nyontoh konten luar negeri ga perlu lah kami rasa, karena tiap negara punya kultur yang berbeda. Indonesia negara yang beradab, ingat sila ke-2, “Kemanusiaan yang adil dan BERADAB”. Jika memang di Korea biasa memakan gurita hidup-hidup, silakan saja lakukan itu di sana TAPI jangan sebarkan ke sini," tulis Garda Satwa.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

Video @riaricis1795 makan gurita hidup-hidup dideteksi oleh Facebook sebagai konten yang mengandung kekerasan. Harusnya seorang influencer yang followersnya jutaan tau yah rules dalam membuat konten, salah satunya tidak boleh membuat konten yang mengandung kekerasan. Bisa ditarik adsensenya oleh youtube jika direport oleh orang banyak. Harusnya @riaricis1795 juga tahu bahwa video ini mendapat kritik pedas di Facebook dari penggemarnya sendiri, mulai dari kritik mengenai adab dan norma, sampai ke akidah agama. Memakan hewan hidup-hidup itu kejam dan tidak beradab, meskipun hewan yang dimakan adalah hewan untuk dikonsumsi. Kecuali kalo @riaricis1795 mampu menelan langsung gurita itu dalam satukali telan, dan hewannya tidak terlalu lama merasakan sakit karena langsung tewas, nggak digigit sedikit demi sedikit. Mau nyontoh konten luar negeri ga perlu lah kami rasa, karena tiap negara punya kultur yang berbeda. Indonesia negara yang beradab, ingat sila ke-2, “Kemanusiaan yang adil dan BERADAB”. Jika memang di Korea biasa memakan gurita hidup-hidup, silakan saja lakukan itu di sana TAPI jangan sebarkan ke sini. 16 juta pengikut @riaricis1795 dari berbagai kalangan dan berbagai usia, di mana seorang @riaricis1795 bisa saja menjadi contoh atau panutan anak-anak yang belum bisa menilai mana baik dan mana yang tidak, 1% nya saja kira-kira akan mencontoh @riaricis1795 dari 16 juta pengikut berarti 160.000 @riaricis1795 baru. Terbukti beberapa tahun lalu ketika @riaricis1795 membuat konten membuang squishy ke toilet dan ke pantai, muncul orang-orang yang mencontoh membuang squishy. @riaricis1795 atas kontennya tersebut menuai kecaman dari aktivis lingkungan. Kami kira @riaricis1795 belajar dari kasus tersebut, ternyata diulangi lagi. Pagi tadi kami sudah DM untuk meminta take down videonya dan mengajak bertemu. Tapi jikapun tidak ditake down teman-teman di sini sebagai penonton bisa mereport konten tersebut di youtube chanelnya agar tidak beredar lagi dan supaya ga dijadikan contoh adik-adik kita yang masih kecil. Semoga konten kreator lebih bijak lagi dalam membuat konten.

A post shared by Garda Satwa Foundation (@gardasatwafoundation) on Aug 30, 2019 at 2:04am PDT

Klarifikasi Ria Ricis

Beberapa saat setelah unggahan Garda Satwa muncul, Ria Ricis menuliskan klarifikasinya pada Insta Story di akun instagram pribadinya, @riaricis1795.

Ia menyebut gurita yang ia makan sebenarnya dalam keadaan mati.

"Sebelum makan dan bikin konten tersebut saya sudah konfirmasi dengan berulang bahwa gutita yang saya makan sebenarnya dalam keadaan mati," demikian penggalam klarifikasi Ricis, Minggu (31/8/2019).

"Gurita bergerak karena adanya campuran garam atau bumbu lainnya (yang sudah pernah coba langsung ke sana pasti tau) lalu pendapat orang di Korea dan muslim di sana menganggap tidak masalah dengan memakan hewan tersebut," lanjutnya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

Klarifikasi dari story @riaricis1795 tidak seperti yang kami inginkan. Jika memang Gurita yang dia makan sudah mati, mengapa dia jadikan judul videonya “Makan Gurita Hidup”? Biar apa? Jika memang gurita mati yang dimakan, tulislah apa adanya. Youtube sendiri membuat rules untuk tidak menggunakan judul clickbait di mana judul dan isi berisi fakta yang berbeda. Menurut info dari netizen sudah ada korban mati tersedak karena gurita nyangkut di tenggorokkan akibat memakan gurita hidup (mukbang, challenge apalah istilahnya). Jika ada orang yang mencontoh memakan gurita hidup karena melihat judul yang @riaricis1795 berikan, apa @riaricis1795 mau bertanggung jawab jika jatuh korban? Lebih baik video dihapus atau sejak awal dikasih disclaimer bukannya menipu masyarakat dengan judul yang tidak sesuai. Sepertinya sampai saat ini @riaricis1795 belum tahu letak kekeliruannya. Anda pelihara kucing kampung kami acungkan jempol tapi tidak bisa jadikan hal tersebut sebagai pembenaran bahwa yang anda lakukan selalu benar. Kritik yang kami berikan ini membangun anda supaya lebih aware dengan sekililing anda, karena anda seorang influencer. Bijaksanalah!

A post shared by Garda Satwa Foundation (@gardasatwafoundation) on Aug 30, 2019 at 6:33am PDT

Menanggapi hal ini Sekretaris Garda Satwa Indonesia Anisa Ratna Kurnia mengatakan, jika memang gurita tersebut sudah mati, tak seharusnya Ricis menyematkan frasa "gurita hidup" dalam judul kontennya.

"Kalau memang sudah mati kenapa judulnya gurita hidup. Lalu di dalam video dia (Ricis) berulang kali menjelaskan jika gurita itu hidup," ujar Anisa saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (31/8/2019) malam.

Ia mengatakan, seharusnya YouTuber dengan lebih dari 16 juta subscriber seperti Ricis lebih bijak dalam membuat konten karena tak semua warganet tahu akan hal itu.

Baca juga: Ria Ricis Bicara soal Penghasilan Rp 2 Miliar dari YouTube

Anisa menamabahkan seharusnya dalam video tersebut Ricis memberikan edukasi seputar gurita tersebut, bukan justru mengatakan gurita tersebut benar-benar hidup meskipun kenyataannya sudah dalam kondisi mati.

"Karena bagi yang tidak tahu ini kan ngeri melihatnya. Banyak juga netizen yang komentar soal itu, banyak juga anak kecil yang menonton," lanjut Anisa.

Garda Satwa meminta agar tim Ricis segera mengubah judul tersebut agar tidak menimbulkan salah persepsi.

Baca juga: Kocak! Para Pesohor Ini Bikin Parodi Pamit-Kembali ala Ria Ricis

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X