Apa Alasan Desta Percayakan Tompi Jadi Sutradara Pretty Boys?

Kompas.com - 10/09/2019, 21:57 WIB
Deddy Mahendra Desta atau akrab disapa Desta berpose saat media visit promo film Pretty Boys di Kompas.com, Palmerah, Jakarta, Senin (9/9/2019). KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMODeddy Mahendra Desta atau akrab disapa Desta berpose saat media visit promo film Pretty Boys di Kompas.com, Palmerah, Jakarta, Senin (9/9/2019).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pembawa acara sekaligus produser film Deddy Mahendra Desta mendaulat penyanyi Tompi menjadi sutradara film komedi Pretty Boys yang akan tayang pada 19 September mendatang.

Keputusan ini diambil Desta atas persetujuan rekannya, Vincent Ryan Rompies.

Ternyata pemilihan Tompi bukan tanpa alasan. Kecakapan Tompi di bidang fotografi menjadi salah satu pertimbangan Desta dan Vincent.

"Dia (Tompi) kan di dunia fotografi juga. Jadi kita tahu taste dia gimana," ujar Desta saat mengunjungi Menara Kompas, Senin (9/9/2019).

"Dan soal gambar beberapa yang ditunjukkin itu memang bagus-bagus," lanjutnya.

Baca juga: Jadi Produser Pretty Boys, Desta: Begitu Nyemplung Beneran Kaget

Tak hanya gambar, ternyata Tompi juga pernah memproduksi film pendek hingga iklan.

Desta merasa film-film pendek dan iklan garapan Tompi sangat menarik dan sesuai dengan standar yang ia bayangkan.

"Dia juga nunjukin ke kita dia bikin film. Jadi maksud gue ya gambarnya enggak biasa lah. Kan kita membuat ini kan film yang enggak biasa," tuturnya.

Desta menambahkan, tak hanya soal sinematografi, Tompi juga menyumbang ide cerita untuk film ini.

"Pertama kita nyari nih, kita buka PH (production house) kan, kita director siapa yang punya script. Ada sih beberapa yang masuk. Tapi kok kayaknya enggak pas ya," ujar Desta.

Baca juga: Gara-gara Desta, Tompi Mendadak Jadi Sutradara Pretty Boys

"Gue iseng dong nanya Tompi. Dia lagi Di Rusia waktu itu. Tom lu punya cerita enggak. Gue mau bikin film nih," lanjutnya.

Ternyata tanggapan Tompi di luar dugaan. Menurut Desta, Tompi langsung menelponnya dan menyampaikan idenya. Ia kemudian menawarkan posisi sutradara kepada Tompi.

Menurut Desta, Tompi sangat bersemangat dan menerima tawaran itu.

Vincent menambahkan, pertama kali menerima tawaran ini Tompi mengaku ragu dapat menyelesaikan film ini.

Pasalnya ini adalah debut Tompi menjadi seorang sutradara.

Adapun Tompi, selama ini dikenal sebagai penyanyi jazz, pembawa acara, dokter bedah plastik, hingga fotografer.

Namun tim terus meyakinkannya. Hingga akhirnya, film ini selesai digarap dan siap tayang di bioskop Indonesia.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Budaya
Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Budaya
Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Seleb
Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Musik
Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

BrandzView
komentar di artikel lainnya
Close Ads X