Kucumbu Tubuh Indahku Wakili Indonesia di Oscar 2020, Ini Kata Garin Nugroho

Kompas.com - 17/09/2019, 19:52 WIB
Kucumbu Tubuh Indahku (Memories Of My Body) merupakan karya film terbaru dari maestro Garin Nugroho yang mengisahkan tentang kehidupan seorang penari tradisional lengger. IVY LEAGUE MUSICKucumbu Tubuh Indahku (Memories Of My Body) merupakan karya film terbaru dari maestro Garin Nugroho yang mengisahkan tentang kehidupan seorang penari tradisional lengger.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sutradara Garin Nugroho mengapresiasi keputusan Komite Seleksi Film Indonesia (KSFI) yang memilih film garapannya, Kucumbu Tubuh Indahku, untuk mewakili Indonesia di ajang Academy Awards 2020 atau yang dikenal dengan nama Oscar.

"Terima kasih. Saya sangat menghargai keputusan tersebut. Ini film kedua setelah Daun di Atas Bantal menjadi seleksi Oscar," ujar Garin saat dihubungi, Selasa (17/9/2019).

Menurut Garin, KSFI bisa dibilang sangat berani memilih filmnya untuk bertarung dengan film-film dari negara lain.

"Keputusan yang berani dan mengikutkan karena tema yang sensitif, namun juga membuka ruang diskusi penghormatan ke keberagaman budaya," kata Garin.

Film karya sutradara Garin Nugroho itu menyisihkan 42 film lainnya yang tayang di bioskop Indonesia dalam satu tahun terakhir.

Baca juga: Main Film Kucumbu Tubuh Indahku, Randy Pangalila Konsultasi ke Istri

Sutradara Garin Nugoho dalam jumpa pers dan screening film Kucumbu Tubuh Indahku di XXI Plaza Indonesia, Thamrin Jakarta Pusat, Senin (15/4/2019). Kompas.com/Ira Gita Sutradara Garin Nugoho dalam jumpa pers dan screening film Kucumbu Tubuh Indahku di XXI Plaza Indonesia, Thamrin Jakarta Pusat, Senin (15/4/2019).
Kucumbu Tubuh Indahku akan bertarung dalam kategori Oscars International Features Film Awards.

Ketua Komite Seleksi Film Indonesia (KSFI) Christine Hakim mengatakan ada beberapa pertimbangan yang membuat pihaknya memilih Kucumbu Tubuh Indahku mewakili Indonesia di Academy Awards.

"Kami sepakat memilih Kucumbu Tubuh Indahku karena kami melihat film itu sebagai karya film yang lengkap," kata Christine dalam jumpa pers di XXI Plaza Senayan, Jakarta, Selasa (17/9/2019).

Christine bersama 12 anggota KSFI lainnya menilai, Kucumbu Tubuh Indahku tidak hanya menggunakan bahasa secara lisan saja, melainkan juga bahasa batin dan rasa.

Baca juga: Film Kucumbu Tubuh Indahku Tuai Kontroversi, Garin Nugroho Buka Suara

"Itu tidak digambarkan seperti biasanya. Ada idiom-idiom di negara kita. Ini bisa memperkenalkan kayanya budaya kita. Ini yang membuat kami yakin lengkap selain message yang kuat," kata Christine.

Adapun, KSFI dibentuk oleh Persatuan Perusahaan Film (PPFI). PPFI ditunjuk oleh panita Academy Awards atau Oscar untuk memilih satu film yang dikirim untuk mewakili Indonesia dalam Oscar International Features Film Awards 2020.

KSFI diketuai oleh Christine Hakim dan Sheila Timothy sebagai sekretaris. Anggota lainnya adalah Firman Bintang, Reza Rahadian, Mathias Muchus, Lola Amaria, dan Roy Lolang.

Selain itu ada pula Adisurya Abdy, Fauzan Zidni, Benny Benke, Alim Sudio, dan Thoersi Argeswara.

Baca juga: Kucumbu Tubuh Indahku Wakili Indonesia di Ajang Oscar 2020



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X