Pernah Tuai Kontroversi, Kucumbu Tubuh Indahku Wakili Indonesia ke Oscar 2020

Kompas.com - 18/09/2019, 09:46 WIB
Poster Film Kucumbu Tubuh Indahku. IMDb/Fourcolours FilmsPoster Film Kucumbu Tubuh Indahku.

JAKARTA, KOMPAS.com - Film yang menuai kontroversi di Indonesia, Kucumbu Tubuh Indahku, melenggang untuk mewakili Indonesia dalam ajang Academy Awards 2020 atau yang dikenal dengan nama Oscar.

Kucumbu Tubuh Indahku karya sutradara Garin Nugroho ini menyisihkan 42 film Indonesia lain yang diputar di bioskop sepanjang satu tahun terakhir.

Kucumbu Tubuh Indahku akan bertarung dalam kategori Oscars International Features Film Awards.

Tuai kontroversi

Belum film tersebut tayang di bioskop, sejumlah elemen masyarakat hingga pemerintah daerah menentang dan menolak film yang dibintangi oleh Muhammad Khan itu.

Contohnya adalah Bupati Kubu Raya, Kalimantan Barat, yang mengeluarkan surat edaran melayang penayangan .

Ia melarang karena khawatir film itu  berdampak negatif pada masyarakat Kabupaten Kubu Raya khususnya.

Kemudian hal yang sama juga diikuti oleh Pemerintak Kota Depok, Jawa Barat; Pemerintah Kota Pontianak, Kalimantan Barat; hingga Pemerintah Kota Padang, Sumatera Barat.

Bahkan buntutnya ada petisi menentang dan memboikot film tersebut untuk tayang di beberapa kota bermunculan di media sosial.

Petisi lewat laman Change.org tersebut berjudul "Gawat! Indonesia Sudah Mulai Memproduksi Film LGBT dengan Judul 'Kucumbu Tubuh Indahku".

Baca juga: Film Kucumbu Tubuh Indahku Tuai Kontroversi, Garin Nugroho Buka Suara

Jawaban Garin Nugroho

Sutradara Garin Nugroho kemudian buka suara terkait hal tersebut. Ia mengatakan, petisi menentang filmnya tersebut seperti penghakiman sepihak masyarakat tanpa ruang dialog.

"Gejala ini menunjukkan media sosial telah menjadi medium penghakiman massal tanpa proses keadilan, melahirkan anarkisme. Bagi saya, anarkisme masa tanpa proses dialog ini akan mematikan daya pikir terbuka serta kualitas warga bangsa," demikian pernyataan tertulis Garin lewat akun Instagram-nya, @garin_fim, yang dikutip Kompas.com, Kamis (25/4/2019).

Garin menambahkan, petisi tersebut seolah-olah menurunkan daya kerja dan mengancam kebebasan untuk hidup bersama tanpa adanya diskriminasi dan kekerasan.

Garin mengaku amat prihatin, dengan menjamurnya penghakiman massal sepihak tanpa adanya proses keadilan.

Produser Ifa juga mengunggah pernyataan Garin lewat akun media sosialnya. Ifa menjelaskan maksud dari pembuatan film tersebut.

"Seberapa banyak sinema yang dibuat untuk membela suara-suara yang yang tidak terdengar? Seberapa banyak ruang yang diberikan untuk sinema yang menyuarakan orang-orang yang terpinggirkan?" tulis Ifa pada akun Instagram-nya.

Baca juga: Garin Nugroho: Keputusan Berani Pilih Kucumbu Tubuh Indahku Wakili Indonesia di Oscar 2020

Alasan mewakili Indonesia

Ketua Komite Seleksi Film Indonesia (KSFI) Christine Hakim mengatakan ada beberapa pertimbangan yang membuat pihaknya memilih Kucumbu Tubuh Indahku mewakili Indonesia di Academy Awards.

"Kami sepakat memilih Kucumbu Tubuh Indahku karena kami melihat film itu sebagai karya film yang lengkap," kata Christine dalam jumpa pers di XXI Plaza Senayan, Jakarta, Selasa (17/9/2019).

Christine bersama 12 anggota KSFI lainnya menilai, Kucumbu Tubuh Indahku tidak hanya menggunakan bahasa secara lisan saja, melainkan juga bahasa batin dan rasa.

"Itu tidak digambarkan seperti biasanya. Ada idiom-idiom di negara kita. Ini bisa memperkenalkan kayanya budaya kita. Ini yang membuat kami yakin lengkap selain message yang kuat," kata Christine.

KSFI dibentuk oleh Persatuan Perusahaan Film (PPFI). PPFI ditunjuk oleh panita Academy Awards atau Oscar untuk memilih satu film yang dikirim untuk mewakili Indonesia dalam Oscar International Features Film Awards 2020.

Baca juga: Alasan KSFI Pilih Kucumbu Tubuh Indahku Wakili Indonesia di Oscar 2020 meski Tuai Kontroversi

Keputusan berani

Garin mengapresiasi keputusan KSFI yang memilih film Kucumbu Tubuh Indahku untuk mewakili Indonesia di Oscar 2020.

"Terima kasih. Saya sangat menghargai keputusan tersebut. Ini film kedua setelah Daun di Atas Bantal menjadi seleksi Oscar," ujar Garin saat dihubungi, Selasa (17/9/2019).

Menurut Garin, KSFI bisa dibilang sangat berani memilih filmnya di saat di menuai kontroversi di Indonesia.

"Keputusan yang berani dan mengikutkan karena tema yang sensitif, namun juga membuka ruang diskusi penghormatan ke keberagaman budaya," kata Garin.

Baca juga: Kucumbu Tubuh Indahku Wakili Indonesia di Oscar 2020, Ini Kata Garin Nugroho

Kisah penari Lengger

Film ini bercerita tentang perjalanan hidup Juno yang sejak kecil hingga dewasa menjadi penari di sebuah desa di Jawa, terkenal sebagai desa penari lengger lanang, jenis tarian perempuan yang dibawakan penari laki-laki.

Kehidupan masa kecil Juno merupakan kehidupan peleburan tubuh maskulin dan feminin yang terbentuk alami oleh kehidupan desa dan keluarganya, tapi perjalanan hidup setelahnya merupakan kisah hidup penuh trauma kekerasan tubuh.

Trauma kekerasan politik yang dialami ayahnya, membuat Juno hidup seorang diri. Hidup Juno dari kecil serba sendiri, membuatnya menjadi ibu dan bapak bagi kehidupannya.

Juno dalam kesendirian melihat banyak kekerasan yang muncul di sekitarnya.

Baca juga: Kucumbu Tubuh Indahku Wakili Indonesia di Ajang Oscar 2020



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X