3 Konser Internasional di Indonesia yang Tak Sesuai Harapan

Kompas.com - 30/09/2019, 12:16 WIB
Konser Westlife di kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah pada Sabtu, (31/8/ 2019). Dok. Rajawali Indonesia CommunicationKonser Westlife di kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah pada Sabtu, (31/8/ 2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Konser menjadi salah satu rutinitas grup band, musisi, maupun penyanyi demi mengenalkan karyanya.

Hal ini juga bisa menjadi sarana untuk menghibur para penggemar yang ada di berbagai penjuru negara.

Meski terlihat sederhana, penyelenggaraan konser tak mudah, banyak aspek yang harus diperhatikan agar pelaksanaannya tak mengecewakan penggemar.

Berikut adalah konser-konser musisi internasional di Indonesia yang tak sesuai ekspektasi para penontonnya:

1. Westlife

Konser Westlife yang berlangsung di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (18/8/2019).KOMPAS.com/AJI YK PUTRA Konser Westlife yang berlangsung di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (18/8/2019).
Konser megah boyband Westlife di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang pada Minggu (18/8/2019) menuai polemik.

Sebab, Musi Event selaku promotor lokal acara tersebut mengeluhkan adanya tindakan oknum pejabat yang meminta "jatah" kursi nonton gratis untuk melihat penampilan grup musik asal Irlandia itu.

Namun, belakangan pihak promotor membantah ihwal oknum pejabat meminta jatah tiket.

Akan tetapi, konser Westlife di Palembang tetap merugikan pihak promotor dari sisi pendapatan.

Mereka pun berpikir dua kali untuk menggelar acara serupa di Palembang.

Sebelum persoalan itu terjadi, konser Westlife "The Twenty Tour 2019" yang berlangsung pada 6 dan 7 Agustus di ICE BSD Tangerang juga menyisakan kekecewaan terhadap pelayanan yang diberikan penyelenggara, Full Color Entertainment.

Sebagian penggemar yang kecewa mengaku merasa tidak nyaman dengan penempatan tempat duduk penonton.

Selain itu, ukuran panggung yang tidak besar juga dikeluhkan penonton.

Salah satunya diceritakan Eka Arvianthi yang mengatakan, banyak penonton yang memegang tiket Platinum kecewa. Apalagi yang mendapat kursi di samping kiri atau kanan.

"Tiket hampir Rp 2 juta tapi duduknya dipojokan. Mau lihat layar, layarnya aja segede layar proyektor biasa kalau kita meeting itu loh," ujar Eka saat dihubungi Kompas.com, Rabu (7/8/2019).

Managing Director Full Color Entertainment David Ananda kemudian meminta maaf kepada penonton atas ketidaknyamanan selama konser. 

Baca juga: Pejabat Disebut Minta Jatah 500 Tiket Konser Westlife, Promotor Temui Gubernur Sumsel

2. LANY

LANY tampil di konser sesi pertama di Tennis Indoor Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (14/8/2019).KOMPAS.com/ANDIKA ADITIA LANY tampil di konser sesi pertama di Tennis Indoor Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (14/8/2019).
Konser grup band asal Los Angeles, Amerika, LANY yan bertajuk "LANY Malibu Night Tour" di Tennis Indoor Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (14/8/2019) lalu, juga meninggalkan kekecewaan penontonnya.

Konser yang seharusnya digelar Selasa (13/9/2019) itu mendadak batal lantaran banyak kendala, baik teknis maupun terkait kondisi kesehatan personel LANY.

Salah satu calon penonton yang kecewa adalah Sarah Hutagaol.

Ia menyayangkan pembatalan konser yang mendadak dan mepet.

"Dia (promotor) bilang mundurin jam open gate hall. Open gate yang tadinya jam 17.00 WIB, dibuat jadi jam 19.00 WIB," ucap Sarah kepada Kompas.com melalui pesan WhatsApp, Selasa (13/8/2019) malam.

"Padahal jam 19.00 itu jadwal seharusnya konser sudah dimulai," tambahnya.

Setelah menanti berjam-jam tanpa kejelasan, pihak penyelenggara akhirnya mengumumkan bahwa konser dibatalkan dan diundur pada Rabu (14/8/2019).

Penonton yang merasa kecewa, kata Sarah, meluapkan emosinya dengan berteriak dan menuntut uang tiket dikembalikan.

LANY dan promotor lalu meminta maaf atas ketidaknyamanan tersebut

Ribuan penonton yang sudah tiba di Tennis Indoor Senayan terpaksa gigit jari setelah kendala teknis membuat konser pelantun "Thick and Thin" itu diundur menjadi Rabu (14/8/2019).

Besoknya, LANY tampil dalam dua sesi sekaligus. Namun, situasi itu membuat Paul dan kawan-kawan harus pandai menyiasati durasi konser agar tak saling bertabrakan.

Hal itu terlihat dari jeda antar lagu. Total, dari 16 lagu yang dibawakan pelantun "Malibu Nights" ini hanya memiliki jeda rata-rata 30 detik.

Hal ini pun membuat konser LANY selesai sangat cepat, yakni 1 jam 15 menit.

Baca juga: Konser LANY Batal, Penggemar Termasuk Pesohor Serbu Instagram Promotor

3. Super K-pop Festival Indonesia 2019

Fromis_9 menjadi penampil pembuka konser Super Kpop Festival (SKF) Indonesia 2019 yang digelar di ICE BSD, Tangerang, Banten, pada Sabtu (29/9/2019).KOMPAS.com/IRA GITA Fromis_9 menjadi penampil pembuka konser Super Kpop Festival (SKF) Indonesia 2019 yang digelar di ICE BSD, Tangerang, Banten, pada Sabtu (29/9/2019).
Super K-pop Festival (SKF) Indonesia 2019 akhirnya dibuka pada Sabtu (28/9/2019) di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang.

Namun, sejumlah penonton merasa kecewa atas penyelenggaraan SKF hari pertama tersebut.

Salah satu keluhannya adalah soal penjualan tiket hingga penyelenggaraan acara yang tak sesuai jadwal.

Para penonton juga mengeluhkan penyelenggaraan acara yang tak tepat waktu.

Akibatnya, banyak jadwal tampil para idol yang terpaksa dipotong.

Seperti yag diceritakan oleh penonton bernama Marni kepada Kompas.com.

"Kemarin tuh gate belum dibuka sampai jam tujuh malam. Padahal kami sudah antre kan dari jam empat. Gate harusnya buka jam lima sore," ucapnya lewat pesan WhatApp.

Urutannya, menurut Marni, pemegang tiket kategori termahal masuk duluan lalu diikuti pemegang tiket termurah.

Konser yang seharusnya dimulai 18.30 menjadi 19.30.

"Fans tuh sudah teriak-teriak, ngomel-ngomel ke promotor minta pintu dibuka, enggak dibuka-buka. Jam tujuh-an lah dibuka," ujar Marni.

"Cuma nih. Pas semuanya belum masuk, tiba-tiba sudah mulai. Sudah nyanyi 'Indonesia Raya'. NU’EST tampil pertama. Padahal ratusan fans tribun yang paling murah intinya, masih di luar," lanjutnya.

Sampai lagu pertama NU'EST selesai, menurut Marni, masih banyak penonton yang belum bisa masuk karena masih harus bertahap mengantre sesuai kategori.

"Terus NU'EST ment (menyapa penonton) itu baru rombongan tribun masuk. Tapi kan kudu naik ke lantai dua cari tempat duduk, ngantre berebutan. Intinya waktu NU'EST itu enggak enjoy. Karena cuma nikmati penampilan akhir mereka," katanya.

Baca juga: Kekecewaan Para Penonton Super K-pop Festival Indonesia Hari Pertama



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X