Cerita di Balik Adanya Multigenre Musik di Synchronize Fest 2019

Kompas.com - 03/10/2019, 08:22 WIB
Poster Synchronize Festival 2019. Dokumentasi Synchronize FestivalPoster Synchronize Festival 2019.
|

"Kapan ada kesempatan buat nama-nama band baru yang saat itu ada, kapan kesempatan buat mereka-mereka itu. Sesimpel itu," ucapnya.

Atas niat mulia itu, Ucup berharap Synchronize Fest dapat menjadi wadah musik di Indonesia tanpa membedakan genre.

"Kami pengin jadi wadah musik Indonesia yang memang terjadi regenerasi," katanya.

Lalu apakah mudah mewujudkannya? Kiki menuturkan bila ada pertaruhan yang harus ia menangkan agar ide festival multigenre dalam Synchronize Fest bertahan lama. Kiki pun mengakui itu adalah hal sulit.

"Pertaruhan pertamanya, sebenarnya itu di kredibilitas sih. Karena kita kan enggak punya kredibilitas. Di tahun pertama sulitnya itu sih," ucapnya.

Ucup akhirnya menjadikan tahun pertama pergelaran Synchronize Fest sebagai percobaan. Bila sukses, ia akan meneruskannya dan mengembangkannya.

"Tahun pertama jadi pilot project kita sih, untuk tahu apa yang musti disajiin ke penonton di tahun kedua. Tahun kedua memang tujuan kita adalah agar penonton datang ke synchronize tanpa melihat penampilnya," jelasnya.

Tiga hari pergelaran Synchronize Fest tahun pertama selesai, dan hasilnya memuaskan bagi penyelenggara. Sejak saat itu, Ucup semakin gencar mensosialisasikan Synchronize Fest sebagai pionir festival multigenre yang asyik untuk didatangi.

"Yang gue gencarin adalah gimana orang datang ke Synchronize Fest itu senang dan dapat vibe tanpa melihat genrenya," ucapnya.

"Dan lu datang sendiri pun lu bisa temenan sama orang yang lain," sambungnya.

Halaman:
Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X