Synchronize Fest 2019 dan Antusiasme Para Penikmat Musik

Kompas.com - 04/10/2019, 17:52 WIB
Poster Synchronize Festival 2019. Dokumentasi Synchronize FestivalPoster Synchronize Festival 2019.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Festival musik multigenre Synchronize Fest siap digelar pada 4-6 Oktober 2019 di Gambir Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Pada tahun ini, sebanyak 131 penampil siap memecah keramaian jalannya acara.

Synchronize Fest yang telah memasuki tahun ke-4 ini menjelma jadi salah satu festival musik terbesar di Asia Tenggara. Puluhan ribu penikmat musik dari berbagai genre dan kalangan tumpah ruah menyaksikan kemeriahannya.

Banyak penikmat musik di kota-kota lain selain Jakarta pun iri dengan acara semacam Synchronize Fest.

Melihat hal itu, Kiki Aulia atau Ucup selaku Program Director Synchronize Fest mengaku ada rencana untuk membawa Synchronize Fest menyapa kota-kota lain.

Baca juga: Synchronize Fest 2019, Festival Musik dengan Gerakan Ramah Lingkungan

Hal ini ditujukan untuk mengakomodir antusias penikmat musik di luar Jakarta.

"Rencana itu (road to festival) ada, cuma kita belum bisa pastikan kapan, tapi kita rencana keluar Jakarta pasti ada sih," ucap Kiki di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Rabu (25/9/2019).

Namun, Kiki belum bisa memastikan kapan rencana tersebut akan terlaksana. Saat ini pihak penyelenggara terus menggodok wacana itu.

"Belum tahu, antara tahun depan, dua tahun lagi, tiga tahun lagi atau memang minggu depan," ucapnya.

Nantinya, kata Kiki, bukan festival serupa Synchronize Fest, namun Synchronize Fest itu sendiri yang bakal hadir menyapa kota-kota lain di Indonesia.

"Bukan festival sekelas Synchronize Fest, tapi kita bakal bawa Synchronize Fest ke luar Jakarta," ujarnya.

Baca juga: Berangkat Bareng ke Synchronize Fest 2019 Naik Sepeda, Tertarik?

Antusiasme dan apresiasi kepada Synchronize Fest bukan baru ini saja diberikan banyak orang.

Bahkan, Presiden Joko Widodo sudah memberikan apresiasinya ketika pergelaran Synchronize Fest 2017 lalu. Didampingi Kepala Bekraf, Jokowi hadir menyaksikan Synchronize Fest 2017 hari kedua.

"Kalau Pak Jokowi mau datang memang dadakan banget, kita enggak prediksi, dan memang sebelumnya sempat ada obrolan 'Pak bahwa akan hadir, dan memang itu ada dari permintaan Kita' tapi itu bukan jadi goals kita," ucap Kiki.

"Pada akhirnya disambut sama pemerintah dan 'oke Pak Jokowi mau datang', dan itu baru sore infonya Pak Jokowi mau datang," tambahnya.

Kata Kiki, Presiden Jokowi pun memberikan apresiasinya atas kreativitas yang disajikan dalam Synchronize Fest.

"Kita menjelaskan Synchronize Fest seperti apa, dan Pak Jokowi appreciate gitu," ujarnya.

Baca juga: Mau ke Synchronize Fest? Simak Apa Saja yang Boleh Dibawa dan Tidak

Kiki pun merasa beruntung karena dirinya bisa menghadirkan ratusan penampil dari lintas genre yang menjadi ciri khas Synchronize Fest tanpa kendala berarti.

Menurutnya, semua penampil yang pernah ia undang memberikan dukungan atas keberlangsungan acara.

"Hambatan enggak ada, sama sekali. Memang seterbuka itu juga mereka (para penampil)," ucapnya.

"Karena approach gue ke mereka personal dari awal gue bilang 'ayo, gue mau jadi teman lu nih, gue punya acara, kita main bareng, bisa bikin apa," sambungnya.

Berkait artist riders, Kiki juga bersyukur semua penampil tak menuntut banyak hal. Semua terima diperlakukan sama rata oleh penyelenggara.

Baca juga: Raisa hingga Didi Kempot Meriahkan Synchronize Fest 2019 Hari Pertama

"Enggak ada diskusi sebenarnya sih, hampir enggak ada diskusi,  gue approach mereka sama-sama personal sih, jadi gue juga kayak 'ayo kita senang-senang bareng," ucapnya.

Selain itu, antusiasme penikmat musik juga bisa dilihat dari jumlah pengunjung yang selalu bertambah dari tahun ke tahun.

Pada awal digelar, jumlah penonton Synchronize Fest berkisar 23.000, lalu bertambah di tahun berikutnya menjadi sekitar 40.000. Dan yang terakhir, pada tahun lalu jumlah penonton telah melebihi angka 50.000.

"Dan target kita tahun ini sebanyak 60.000 penonton," imbuh Kiki.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X