Tangis Susi Susanti Nonton Trailer Film Biopiknya karena Ingat Sang Ayah

Kompas.com - 17/10/2019, 16:33 WIB
Susi Susanti berpose saat media visit promo film Susi Susanti di Kompas.com, Palmerah, Jakarta Barat, Kamis (17/10/2019). KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGSusi Susanti berpose saat media visit promo film Susi Susanti di Kompas.com, Palmerah, Jakarta Barat, Kamis (17/10/2019).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Legenda bulutangkis Indonesia Susi Susanti tak mampu menyembunyikan rasa harunya saat menonton trailer film Susi Susanti-Love All.

Trailer berdurasi 2.42 menit yang dirilis 18 September 2019 lalu itu menampilkan masa kecil Susi, kerusuhan 1998, hingga momen Susi meraih medali emas pada Olimpiade 1992 di Barcelona.

Kepada Kompas.com, Susi menceritakan saat itu sampai menangis menonton trailer film biopiknya karena seperti merasakan kembali ke masa itu.

Lebih dari itu, ia juga ingat sosok ayahnya, Risad Haditono.

"Kayak flashback balik ya. Saya kan ngalamin semua. Pas itu, inget si Papa juga kan," ujar Susi saat berkunjung ke redaksi Kompas.com di Menara Kompas, Palmerah Selatan, Kamis (17/10/2019).

Baca juga: 3 Hal Menarik dari Trailer Film Susi Susanti: Love All

Bisa dibilang, Susi adalah 'Anak Papa'. Andil sang ayah sangat besar dalam perjalanan Susi menjadi atlet bulutangkis.

Bahkan, proses pembuatan film yang diproduseri Daniel Mananta ini juga sempat mendapat cerita langsung dari ayah Susi.

"Waktu awal-awal (proses pembuatan film), Papa masih wawancara juga untuk film ini. Enggak tahunya Papa sekarang enggak ada," kata Susi.

Sayang, sang ayah tidak bisa menonton film Susi Susanti - Love All yang tayang pada 24 Oktober mendatang. Ayah Susi meninggal dunia pada 13 Februari 2017 lalu.

Baca juga: Daniel Mananta Deg-degan Produseri Film Susi Susanti: Love All

Dalam film ini, ayah Susi diperankan oleh Iszur Muchtar.

Sang ayah rupanya pernah berpesan kepada Susi.

"Papa ingin, susi menjadi pemain bulutangkis Indonesia pertama yang mendapatkan emas di Olimpiade," ucap ayah Susi dalam trailer film.

Susi membuat bangga karena berhasil mewujudkan cita-cita ayahnya yang ingin menjadi juara dunia.

Lagu Indonesia Raya berkumandang, Merah-Putih berkibar di Barcelona tahun 1992.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X