Soal Kabinet Jokowi, Ernest Prakasa: Masih Terlalu Banyak Orang Partai

Kompas.com - 23/10/2019, 16:27 WIB
Ernest Prakasa di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Selasa (10/9/2019). KOMPAS.com/ANDIKA ADITIAErnest Prakasa di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Selasa (10/9/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com- Komika, sutradara, dan juga artis peran Ernest Prakasa ikut angkat bicara tentang dilantiknya menteri dan kabinet pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin periode 2019-2024.

Menurut Ernest, kabinet Jokowi masih didominasi oleh anggota partai politik, meskipun nama Nadiem Makarim dan Wishnutama masuk dalam jajaran menteri.

"Ya kalau secara keseluruhan terlalu banyak orang partai lah, kirain dengan periode kedua yang konon tanpa beban ini bisa lebih.." kata Ernest saat dihubungi Kompas.com, Rabu (23/10/2019).

"Memang ada sih nama-nama kayak Pak Tama, Pak Diem, cuma nama-nama partainya masih terlalu banyak," sambungnya.

Baca juga: Ernest Prakasa: Pak Jokowi, Buktikan Anda Masih Layak Dipercaya

Suami penulis Meira Anastasia itu juga berkomentar tentang posisi Menteri Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) yang dijabat oleh Johnny G. Plate.

"Cuma kalau liat dari overall masih terlalu banyak, kayak contohnya Kominfo yang sangat krusial, tapi lagi-lagi dikasihnya ke orang partai, Pak Johnny dari Nasdem," lanjut Ernest.

Ernest menuturkan, dia tak ingin berharap banyak terhadap kabinet pemerintahan Jokowi di periode kedua ini.

"Ya lebih ke enggak berharap lebih sih, netral-netral aja. Gue kalau lihat kabinet seperti ini mendingan gue enggak berharap banyak daripada kecewa ya kan," ucap bintang film Susah Sinyal itu.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X