Lama Idap Depresi, Nunung Sembunyikan Penyakitnya dari Keluarga

Kompas.com - 23/10/2019, 22:50 WIB
Komedian Nunung dibopong suami dan anaknya saat lemas dan hampir pingsan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (23/10/2019). KOMPAS.COM/Dian Reinis KumampungKomedian Nunung dibopong suami dan anaknya saat lemas dan hampir pingsan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (23/10/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com — Anak sulung komedian Nunung, Bagus Permadi mengatakan, sang ibunda sudah lama menderita depresi.

Namun, penyakit itu kerap disembunyikan Nunung.

“Itu saya tahu mama sudah lama sebenarnya punya sakit depresi, cemas, tetapi mama tuh terlalu menyembunyikan sama keluarga. Menyembunyikan dalam artian dia tidak mau terlihat sakit. Tidak mau terbenani dengan apa yang ada,” ujar Bagus saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (23/10/2019).

Baca juga: Jalan ke Mobil Kejaksaan, Nunung Tiba-tiba Lemas dan Nyaris Pingsan

Untungnya, selama ini, Nunung berhasil melewatinya.

“Tapi alhamdulillah mama sendiri bisa dibilang orang yang kuat, dia bisa menjaga fisiknya menyembunyikan dari keluarga. Aku sudah tahu, keluarga besar sudah tahu,” kata Bagus.

Bagus mengaku tak tahu apa pemicu panik yang diderita Nunung.

Baca juga: Hakim: Nunung Tiap Hari Cengengesan, Kok Bisa Depresi? Kok Enggak Percaya Ya

Hanya saja, kata Bagus, ibunya kerap merasa cemas.

“Penyebab kurang tahu, tetapi yang pasti tingkat panik sama cemas memang mama orangnya gampang panik, gampang cemas,” kata Bagus. 

Sebelumnya, saksi ahli dokter Herny Taruli Tambunan yang merupakan psikiater dari RSKO Cibubur, tempat Nunung menjalani rehabilitasi, Nunung disebut telah menderita diabetes dan depresi saat dibawa ke RSKO. 

“Sebenarnya sebelum datang Mbak Nunung sedang dirawat kurang lebih tiga tahun oleh psikiater di Jakarta di diagnosa kemungkinan Mbak Nunung menderita depresi dan cemas yang disebut serangan panik,” ungkap dokter Herny dalam persidangan.

Baca juga: Psikiater: Nunung Derita Depresi dan Diabetes

Bahkan, hingga saat ini, Nunung masih mengonsumsi obat anti depresi tersebut.

“Kita enggak dapat surat rujukan, tetapi kita terima sejumlah pengobatan pada Mbak Nunung itu dari salah satu dokter di Jakrata,” kata dokter Herny.

Dokter Herny menambahkan, dalam pengakuannya, Nunung mengonsumsi narkoba demi menambah stamina.

Baca juga: Tak Bisa Bertemu, Tarzan Lemparkan Cium Jauh untuk Nunung

“Pengakuan ke kita dia mengaku kondisi staminanya yang drop,” ucap Herny.

Namun, kondisi depresi itu dikhawatirkan akan memicu keinginan Nunung untuk kembali mengonsumsi narkoba.

“Kondisi itu (depresi) bisa memicu penggunaan obat bisa membuat pemulihan ini berisiko,” ungkap dokter Herny.

Baca juga: Jalani Sidang Narkoba, Nunung Rindu Melawak

Oleh karena itu, dokter melakukan penanganan khusus pada Nunung dengan mengintegrasikan penyakitnya dan juga ketergantungannya pada narkoba.

“Risiko kambuh menurun tapi dikatakan normal tidak ada jaminan memori pemakaian zat ini tidak hilang tapi kuta menurunkan sugesti dari penggunaan zat ini,” ucap dokter Herny.

Dokter Herny optimis nantinya Nunung dan suaminya July Jan Sambiran akan bisa disembuhkan dari ketergantungan obat bila menjalani terapi.

Baca juga: Nunung: Mudah-mudahan Saksinya Bisa Meringankan

“Mereka ini pasangan untuk enggak ada pemulihan enggak mungkin setengah-setengah. Karena pasangan suami istri saling mempengaruh dengan mereka berdua jadi motivasi bisa pulih bareng-bareng,” ucap dokter Herny.

Nunung beserta suaminya July Jan Sambiran ditangkap polisi atas dugaan penyalahgunaan narkoba jenis sabu di rumah mereka di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, pada 19 Juli 2019.

Mereka berdua ditangkap setelah melakukan transaksi sabu dengan tersangka TB.

Baca juga: Jalani Lanjutan Sidang, Nunung yang Bahagia Berubah Jadi Kecewa

Polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya satu klip sabu seberat 0,36 gram, dua klip kecil bekas bungkus sabu, dan tiga sedotan plastik untuk menggunakan sabu.

Nunung membeli sabu sejak Maret, April, Mei, Juni, Juli. Di bulan Juli, Nunung membeli sabu sebanyak dua kali.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Budaya
Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Budaya
Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Seleb
Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Musik
Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

BrandzView
komentar di artikel lainnya
Close Ads X