7 Momentum Berharga Super Junior Selama 14 Tahun Berkarya

Kompas.com - 08/11/2019, 10:50 WIB
Soompi

JAKARTA, KOMPAS.com - Terbentuk tahun 2005, Boygroup Super Junior sudah hampir 14 tahun berkarya di dunia musik.

Super Junior adalah salah satu grup K-pop generasi kedua yang paling digemari. Sekaligus, menjadi yang pertama dari era itu dan juga salah satu yang paling lama berjalan hingga saat ini.

Sejak debut mereka pada tahun 2005, Super Junior telah banyak berkontribusi pada musik K-pop dan telah membawa begitu banyak orisinalitas ke industri musik secara keseluruhan.

Dalam hal musikalitas, tidak ada genre yang belum pernah dicoba oleh para pria berbakat ini. Dari pop dan rock alternatif hingga R&B dan EDM (Electronic Dance Music) kontemporer.

Namun, tampaknya musik Latin paling cocok untuk mereka. Terbukti, Super Junior telah merilis beberapa lagu dengan genre tersebut.

Baca juga: Sungmin Super Junior Bakal Rilis Album Solo Perdana

Singkatnya, selama 14 tahun telah banyak pencapaian luar biasa yang raih Super Junior. Berikut adalah beberapa momen K-pop paling berharga mereka.

1. Menjadi grup idol pertama yang promosi ke Negeri Tirai Bambu

Konsep sub-unit Super Junior mengembangkan promosinya ke berbagai negara.

Sub-unit dengan Super Junior-M (SJ-M) menjadi sub unit China mereka.

Pada saat itu, tim yang memiliki anggota Han Geng, Donghae, Siwon, Ryeowook, dan Kyuhyun, juga termasuk Henry dan Zhou Mi yang secara eksklusif masuk ke Super Junior-M.

Halaman:


Sumber Soompi
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X